Layar pantauan Bursa Efek

Jakarta, Aktual.com – Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee menilai Papan Ekonomi Baru yang baru saja diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) membuat investor lebih sadar tentang karakteristik khusus emiten yang bergerak di bidang ekonomi baru atau new economy.

Karakteristik khusus tersebut yaitu memiliki pertumbuhan tinggi, mengoptimalkan teknologi untuk inovasi dan memacu produktivitas, berdampak pada perekonomian serta memiliki manfaat sosial.

Dengan karakteristik tersebut, menurutnya, para pembeli saham di Papan Ekonomi Baru tidak bisa mengharapkan hasil investasi yang instan dan jangka pendek.

“Dengan kata lain saham dalam papan ini cocok untuk investasi jangka panjang,” ujar Hans, Selasa (6/12).

Sementara manfaat bagi emiten, kata dia, Papan Ekonomi Baru dapat menjadi sarana branding sebagai growth company yang prospektif di masa mendatang. Status emiten sebagai penghuni Papan Ekonomi Baru akan menarik perhatian investor institusi ataupun fund manager yang memang memiliki minat tinggi di saham teknologi

“Papan Ini merupakan peluang yang sangat bagus mengingat saham teknologi mulai rebound, seiring perubahan kebijakan suku bunga The Fed yang bakal lebih moderat,” kata Hans.

Manfaat lainnya keberadaan Papan Ekonomi Baru akan menarik lebih banyak lagi perusahaan sejenis GOTO, BELI, dan BUKA, untuk melantai di pasar modal.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan Papan Ekonomi Baru merupakan pengakuan dari otoritas bursa tentang sektor bisnis yang telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selama ini new economy selalu diperdebatkan dengan old economyNew economy merupakan perusahaan yang memiliki bisnis model baru yang berkaitan dengan teknologi dan menciptakan ekosistem. Perusahaan seperti itu menjanjikan growth opportunity sehingga saham seperti GOTO, BUKA, dan BELI, masuk dalam kategorisasi new economy.

Dari ketiga penghuni Papan Ekonomi Baru, Nico, sapaan akrabnya, melihat GOTO berpeluang paling menarik perhatian karena kontribusinya yang luar biasa besar dalam menggerakkan perekonomian, terutama ekonomi digital.

“Memimpin dengan ekosistem yang mereka miliki, tentu saja hal ini memberikan nilai lebih bagi GOTO. Apalagi dengan pencapaian kinerja GOTO pada Q3 2022, jelas memberikan indikasi bahwa GOTO sudah berada di arah yang benar untuk mencetak profitabilitas. Hal ini tentu saja menjadikan GOTO mendominasi di Papan New Economy nantinya,” ujar Nico.

Nico melanjutkan dengan adanya Papan Ekonomi yang setara dengan Papan Utama, akan melahirkan optimisme pelaku pasar terhadap emiten teknologi. Apalagi perusahaan teknologi tersebut juga memiliki fundamental yang bagus dan valuasi yang prospektif pada masa mendatang.

“GOTO merupakan satu dari tiga pilihan di sektor teknologi yang menarik. Harga sahamnya memang sudah turun jauh, namun penurunan tersebut tidak mengubah prospek fundamental bisnis GOTO itu sendiri. Pelemahan harga saham justru membuat valuasi saham GOTO semakin menarik. Tekanan yang terjadi juga perlahan akan berlalu, dan akan ada satu titik dimana GOTO dapat berbalik arah,” kata Nico.

(Andy Abdul Hamid)