Paris, Aktual.com – Sebanyak 280 orang ditahan, pasca bentrokan antara demonstran dengan pihak kepolisian jelang pembukaan konfrensi perubahan iklim PBB (COP21) di Paris, Prancis, Minggu (29/11).

Dilansir dari BBC, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengatakan sejauh ini 174 masih berada dalam tahanan.

Kata dia, penangkapan dan penahanan merupakan sikap tegas pihak kepolisian. Setelah sebelumnya para pengunjukrasa melempari polisi dengan botol dan lilin. Dapat lemparan botol, polisi pun membalas dengan lontarkan gas air mata untuk bubarkan pengunjukrasa.

Gelaran konfrensi perubahan iklim yang akan dibuka Senin (30/11) sebenarnya dilangsungkan saat Prancis masih berlakukan status darurat, pasca kejadian penembakan pada 13 November lalu di Paris.

Dengan masih berlakunya situasi darurat, pemerintah melarang aksi unjuk rasa selama berlangsungnya konfrensi. Pelarangan inilah yang memicu para pengunjukrasa untuk melancarkan aksinya. Mereka berpendapat pemerintah berlindung di balik pemberlakuan situasi darurat untuk melarang para aktivis lingkungan berunjukrasa.

Dalam video yang dipasang di laman telegraph.co.uk, tampak demonstran berbaju hitam dengan mengenakan topeng berhadapan dengan barisan polisi yang menyemprotkan gas air mata. Beberapa pengunjuk rasa membawa bendera merah hitam sambil membawa spanduk bertuliskan anti kapitalisme.

Lokasi bentrokan antara pengunjukrasa dan polisi sendiri merupakan tempat diletakkannya bunga dan lilin ungkapan dukacita bagi korban peristiwa 13 November lalu.

Konfrensi itu diketahui akan dihadiri Presiden AS Barrack Obama dan juga Presiden Indonesia Joko Widodo.

()