Beranda Nasional Bertemu Dubes Indonesia di Singapura, Ketua DPD Sampaikan Cita-Citanya Soal Indonesia Masa...

Bertemu Dubes Indonesia di Singapura, Ketua DPD Sampaikan Cita-Citanya Soal Indonesia Masa Depan

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti saat bertemu perwakilan Kadin dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, dalam kunjungan kerjanya di Singapura, Rabu (12/10) kemarin.

Singapura, aktual.com – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mencita-citakan Indonesia masa depan akan menjadi Lumbung Pangan Dunia dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif iklim, kesuburan tanah, dan potensi lautnya. LaNyalla juga berharap Indonesia juga menjadi harapan hidup penduduk bumi dengan penyediaan Oksigen melalui Biodiversity Hutan dan menjadi surga pariwisata alam natural di dunia.

“Inilah yang sekarang saya kampanyekan, untuk menata ulang Indonesia, agar Negara kembali berdaulat, berdikari dan mandiri. Agar cita-cita itu bisa diwujudkan,” kata LaNyalla saat bertemu perwakilan Kadin dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo, dalam kunjungan kerjanya di Singapura, Rabu (12/10) kemarin.

Menurut LaNyalla, Indonesia sebenarnya negara kaya raya karena memiliki keunggulan Komparatif Sumber Daya Alam dan Biodiversity Hutan serta iklim dan tanah yang subur serta hasil laut yang melimpah.

“Namun sejak tahun 80-an, ada upaya sistematis yang membuat negara harus melepaskan diri dari penguasaan atas Sumber Daya Alam dan cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak,” ucap Senator asal Jawa Timur itu.

Bahkan, ungkapnya, negara seolah dipaksa untuk menyerahkan penguasaan SDA kepada Swasta Nasional maupun Swasta Asing, atau share holder diantara mereka. Sehingga tidak ada lagi pemisahan yang tegas antara public goods dan commercial goods atau penegasan di antara keduanya.

“Negara ibaratnya hanya sebagai “host” atau master of ceremony alias “MC” untuk investor yang akan mengeruk Sumber Daya Alam dan lahan hutan di Indonesia. Hal itu dilakukan hanya demi angka Pertumbuhan Ekonomi yang ekuivalen dengan Tax Ratio. Padahal seharusnya Negara dengan keunggulan Komparatif seperti Indonesia, lebih mengutamakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),” tambahnya seperti dikutip dari situs DPD.

Oleh karena itu, di berbagai kesempatan, LaNyalla selalu mengkampanyekan untuk menata ulang Indonesia demi menghadapi tantangan masa depan yang akan semakin berat.

“Arah perjalanan bangsa ini semakin menjauh dari cita-cita yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk itu kita harus kembali kepada Pancasila. Agar kita tidak menjadi bangsa yang durhaka kepada para pendiri bangsa. Agar tidak menjadi bangsa yang tercerabut dari akar bangsanya. Agar kita tidak menjadi bangsa yang kehilangan jati diri dan karakter,” tuturnya.

(Megel Jekson)