Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis (21/11) sore menguat tipis usai Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan di level 5 persen.

Rupiah ditutup menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.092 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.095 per dolar AS.

“BI juga menjelaskan ekonomi dalam negeri sampai saat ini masih cukup bagus dan optimistis PDB tahun 2019 sebesar 5,1 persen. Ini menandakan bahwa perekonomian masih tetap terjaga apalagi pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh,” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (21/11).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20-21 November 2019 memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 5 persen.

Bank sentral juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah/unit usaha syariah sebesar 50 bps sehingga masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4 persen, dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3 persen, dan berlaku efektif pada 2 Januari 2020.

BI menyebut kebijakan tersebut ditempuh guna menambah ketersediaan likuiditas perbankan dalam meningkatkan pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Strategi operasi moneter juga terus diperkuat untuk menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.

Dari eksternal, Presiden AS Donald kemungkinan akan menandatangani RUU yang mendukung pengunjuk rasa Hong Kong.

Juru bicara kementerian luar negeri China menyebut keputusan itu sebagai campur tangan terang-terangan dalam urusan dalam negeri China, dan mengatakan AS menghadapi konsekuensi negatif jika itu tetap ada.

“Trump sekarang berada dalam dilema, karena menandatangani RUU itu mungkin bisa membahayakan kesepakatan perdagangan yang telah lama ditunggu-tunggu dengan Beijing,” ujar Ibrahim.

Reuters melaporkan hari ini bahwa kedua negara mungkin tidak mencapai kesepakatan perdagangan parsial tahun ini. Pemerintah China pesimis mencapai kesepakatan dengan AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah Rp14.104 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.092 per dolar AS hingga Rp14.115 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.112 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.097 per dolar AS.

(Arbie Marwan)