Bandung, Aktual.com – Kejam. Ungkapan yang pantas disematkan kepada pelaku pemerkosaan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan tuna rungu berinisial LS (25).

Wajah lebam berlumur darah dan alami retak tulang pinggul, demikian kondisi memilukan LS saat ditemukan tergeletak tidak berdaya di sebuah irigasi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, 31 Agustus malam lalu.

Bibi korban, TR (48), menuturkan keponakannya sempat menghilang satu hari dari rumah. Sampai tetangganya mengabarkan LS ditemukan sedang menangis di saluran irigasi yang tidak jauh dari rumahnya.

Awalnya, TR mengira keponakannya itu menangis karena diolok-olok oleh orang. Namun saat tiba di lokasi, TR kaget bukan kepalang. Keponakannya ditemukan tidak hanya sedang menangis, tapi juga dalam kondisi berlumuran darah. “Wajahnya penuh darah,” kata TR, saat ditemui, Rabu (7/9).

Dengan susah payah karena keterbatasan komunikasi LS, TR akhirnya mendapat penuturan jika keponakannya telah mengalami kejadian nahas. LS bercerita dibawa dua orang pemuda. Dipaksa menenggak minuman keras, lalu diperkosa. Setelah itu, korban dibawa menggunakan sepeda motor dan dibuang di saluran irigasi. Biadab.

Ironisnya, dengan kondisi yang memilukan, LS tidak langsung dibawa ke rumah sakit. Alasan TR, terganjal biaya. LS yang sudah terbaring lemah dan kerap melirih kesakitan karena cedera pinggul hanya diurut tukang pijat dan minum obat penahan nyeri seadanya.

Sampai kemudian datang bantuan dari Keluarga Mahasiswa Kabupaten Bandung Barat. Barulah LS bisa masuk RS Cililin. Sebelum dipindah ke RS Cibabat Kota Cimahi. Dituturkan TR, kasus yang menimpa keponakannya ini sudah dilaporkan ke polisi. Namun lantaran tak ada saksi dan keterbatasan komunikasi korban, pemeriksaan terkendala. (M Jatnika)

()

()