Jakarta, Aktual.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden buka suara soal serangan perdananya ke kelompok milisi yang didukung Iran di Suriah.

“Anda tidak dapat bertindak dengan impunitas. (Iran) harus berhati-hati,” ujar Biden, seperti yang dikutip AFP, Sabtu (27/2).

Sebelumnya, Gedung Putih mengatakan, bahwa serangan tersebut menjadi pesan bahwa Biden akan mengambil sikap untuk melindungi orang AS.

Serangan tersebut sebagai tanggapan atas serangan roket yang ditargetkan kepada tentara AS di Irak.

Pentagon menyebut, serangan menewaskan 22 anggota milisi Iran di Suriah. Serangan ini merupakan serangan pertama AS semenjak Biden duduk sebagai Presiden pada 20 Januari lalu.

Keputusan Biden untuk menyerang Suriah dinilai untuk memberi ruang bagi pemerintah Irak melakukan penyelidikan atas serangan yang terjadi pada 15 Februari lalu.

Juru Bicara Pentagon, John Kirby mengatakan, serangan tersebut menghancurkan sejumlah fasilitas di titik kontrol perbatasan yang digunakan oleh kelompok militan yang didukung Iran.

Sebanyak tiga roket menyerang bandara Erbil, Irak, salah satu di antaranya menghantam kompleks militer yang menjadi basis koalisi pasukan AS.(RRI)

(Warto'i)