Surabaya, Aktual.com – Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap sebanyak 348 warga Kota Surabaya dan sekitarnya terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan hasil rapid test atau tes cepat dan swab massal yang digelar selama 10 hari.

Staf Khusus Kepala BIN Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Suyanto menyebut tes cepat massal yang digelar di sejumlah tempat di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya sejak 29 Mei 2020 itu diikuti oleh sebanyak 12.629 warga.

“Hasilnya sebanyak 1.815 orang dinyatakan reaktif, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (9/6).

Total warga yang di-swab dalam kurun waktu 10 hari itu, kata dia, sebanyak 2.030 orang karena ada tambahan dari hasil tes cepat di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di wilayah Kota Surabaya.

“Hasil swab menyatakan sebanyak 348 orang terkonfirmasi positif COVID-19, yang saat ini semuanya telah dirawat di rumah sakit rujukan,” ucapnya.

BIN memperpanjang pelaksanaan kegiatan tes cepat dan swab massal di wilayah Kota Surabaya hingga 15 juni 2020.

“Semula kami mengagendakan selama 10 hari hingga 7 Juni. Tapi karena hasil tes yang positif di atas 10 sampai 13 persen, sehingga kami tambah lagi pelaksanaannya untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Surabaya,” tuturnya.

Setiap hari, lanjut dia, tes cepat digelar di dua tempat berbeda, dan di setiap tempat menyediakan kuota pemeriksaan terhadap sebanyak 700 orang hingga 1.000 orang.

Mobil laboratorium juga selalu disiagakan di lokasi untuk langsung melakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) terhadap para warga yang terindikasi reaktif.

Tes swab PCR di mobil laboratorium ini memiliki kemampuan memeriksa 300 sampel dalam sehari dan hasilnya bisa langsung diketahui dalam waktu lima jam.

 

Antara

(As'ad Syamsul Abidin)