Jakarta, Aktual.com — Kabah menjadi acuan arah ketika umat Islam melakukan ibadah salat begitu penting. Para Ulama sepakat bahwa menghadap kiblat adalah syarat wajib dalam salat.

Namun pertanyaannya, seringkali kita umat Islam kebingungan dalam menentukan waktu salat atau arah kiblat di negara lain. Hal itu disebabkan di masing-masing negara mempunyai ciri khas yang berbeda dan tidak sama karena perbedaan letak geografisnya.

Jika Muslim sedang berada di negeri lain, yang mana berbeda waktu dan arah kiblatnya, apa yang harus dilakukan?.

Mengingat salat merupakan tiang agama dan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal, kecuali bagi wanita yang sedang haid dan nifas.

“Jika pada zaman sekarang sudah tidak susah untuk mencari arah kiblat dan waktu salat jika kita sedang berada di negeri orang karena saat ini sudah banyak aplikasi yang menentukan waktu salat dan kiblat,” kata Ustad Muhamad Ikrom, kepada Aktual.com, di Jakarta, Kamis (11/02).

Ustad Ikrom memberikan tips kepada umat Islam khususnya pembaca Aktual.com. Cara itu, diperoleh Ustad Ikrom, dari pengalamannya melakoni perjalanan ke luar negeri.

“Awal saya pergi keluar negeri yang mana mayoritas penduduknya non muslim dan mencari Masjid sangatlah sulit bahkan untuk menjaga kebersihan pun amat sulit,” kenang ia.

Berikut tahapan dalam menentukan waktu salat dan arah kiblat di negara lain:

1. “Pasang aplikasi yang mengingatkan waktu salat. Website http://www.islamicfinder.org bisa dijadikan rujukan untuk mengunduh aplikasi pengingat waktu salat.”

2. “Bawalah kompas sebagai penunjuk kiblat, atau pasang aplikasi kiblat di gadget Anda. Bawalah selalu kaos kaki untuk menutupi kaki saat salat (khusus Muslimah, red).”

3.”Bawa selalu botol kecil. Botol ini memiliki dua fungsi. Pertama untuk istinja’ (cebok), karena biasanya model toiletnya adalah toilet kering. Jadi yang ada hanya tisu. Kedua, bila kita wudhu di wastafel, untuk membasuh kaki kita bisa mengisi botol itu dengan air, lalu membasuh kakinya di dalam toilet.”

4. “Bila sedang berada di pertokoan, ambil satu atau dua potong baju, lalu masuklah ke ‘fitting room’ (kamar pas), dan salat-lah di kamar pas. Bila kamar pasnya pembatasnya tertutup hingga bawah, Anda bisa melakukan salat sepeti biasa. Bila tidak tertutup hingga bawah Anda bisa salat sambil berdiri. Jika ada tempat duduknya, Anda bisa salat sambil duduk.”

5. “Bila Anda sedang dalam perjalanan, salat-lah sambil duduk di dalam kendaraan atau di tempat mana saja yang tidak mengundang pandangan orang.
Bila berada di taman yang cukup aman, salat-lah di taman.”

6. “Bila berada di sebuah kampus, usahakan cari di internet tempat Muslim community di kampus tersebut. Biasanya mereka menyediakan tempat salat.”

7. “Bila di kampus tidak ada ‘Muslim community’, cari tempat-tempat sepi dan bersih untuk melakukan salat, seperti di deretan buku-buku di perpustakaan, kelas-kelas yang sedang tidak dipakai kuliah.”

()