Calon pegawai negeri sipil (CPNS) berkumpul saat kuliah umum Presiden Joko Widodo, Menkeu Sri Mulyani, CEO Go-Jek Nadiem Makarimdan dan Kepala UKP 4 Pancasila Yudi Latif di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3). Kuliah umum yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan dihadiri 5.165 CPNS mewakili 33.155 CPNS yang lolos dari seleksi reguler itu digelar dengan mengangkat tema Bersatu dalam Harmoni Menuju Birokrasi Berkelas Dunia 2024. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2018 di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak 2.919 dengan rincian lulusan S2 sebanyak empat orang, S1 sebanyak 2.590 orang, dan D3 sebanyak 325 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta Budihastuti menyampaikan formasi terbanyak adalah tenaga kependidikan yaitu 1.703 orang dan tenaga kesehatan sebanyak 490 orang, sedangkan tenaga teknis administrasi sejumlah 726 orang.

“Insya Allah nanti kita menyelenggarakan tes ini bersama dengan BKN yang dijadwalkan secara nasional dan kita mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan Pemprov DKI Jakarta,” kata Budihastuti di Balaikota DKI Jakarta, Selasa, saat acara Gelar Griya untuk CPNS Pemprov DKI Jakarta (18/9).

Proses pendaftaran untuk gelar griya ini dimulai dari tanggal 7-10 September 2018 dan ditayangkan secara terbuka di media sosial Pemprov DKI Jakarta. Seluruh panitia acara gelar griya Balaikota ini adalah para PNS muda dari berbagai SKPD di Pemprov DKI Jakarta.

Banyaknya peminat, maka panitia melakukan seleksi peserta gelar griya ini berdasarkan prestasi akademik dan non akademik. Jumlah pendaftar 4.700, yang terpilih untuk mengikuti gelar griya sebanyak 100 orang. Peserta yang tidak terpilih untuk berpartisipasi di gelar griya ini dapat mengunjungi Booth Pemprov DKI Jakarta dalam kegiatan ‘UI Career & Scholarship Expo’, di Balairung Universitas Indonesia tanggal 20-22 September 2018, pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.

(Andy Abdul Hamid)