Jakarta, Aktual.com — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memantau realisasi investasi kawasan industri terpadu Wilmar di Serang, Banten, yang rencananya akan selesai pada akhir 2015.

Kepala BKPM Franky Sibarani, mengatakan pemantauan itu dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan dalam realisasi investasi tersebut.

“Tadi saya memperoleh gambaran dari pengelola bahwa kawasan industri ini akan siap beroperasi akhir 2015. BKPM optimistis target beroperasi akhir tahun ini terlaksana melihat dukungan pemerintah, terutama Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Serang cukup besar, terutama terkait reklamasi untuk pembangunan pelabuhan yang menunjang kegiatan industri yang sudah ada dan yang akan masuk,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (7/8).

Franky menilai potensi investasi di kawasan industri tersebut, baik dari perusahaan yang akan masuk maupun infrastruktur pendukungnya, cukup besar hingga mencapai 10 miliar dolar AS dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan wilayah setempat.

Kawasan industri terpadu Wilmar memiliki luas lahan sekitar 1.744 hektare, termasuk 544 hektare reklamasi yang digunakan untuk pengembangan industri dan pelabuhan.

Dalam proses konstruksi, kawasan industri terpadu itu menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja langsung maupun tidak langsung, dengan nilai realisasi investasi mencapai 130 juta dolar AS, dari keseluruhan total rencana investasi 700 juta dolar AS.

Pengembangan infrastruktur yang direncanakan dalam kawasan industri tersebut adalah pembangunan pembangkit listrik 2 x 1.000 MW dengan nilai investasi 2,5 miliar dolar AS serta pelabuhan dengan nilai investasi sebesar 500 juta dolar AS.

Lebih lanjut, Franky menyampaikan apresiasinya terhadap konsep pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan, pembangkit listrik dan kereta api.

Menurut dia, kawasan industri terintegrasi seperti itu dapat meningkatkan efisiensi produksi dan logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing produk manufaktur nasional bersaing di pasar ekspor.

“Terlebih kawasan industri terpadu ini dapat menjadi hub, karena posisinya cukup dekat dengan Serang, Merak maupun Jakarta. Sehingga akses keluar masuk barang dapat lebih mudah,” tambahnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, pemerintah merencanakan pembangunan 14 kawasan industri selama lima tahun.

Sementara untuk kawasan ekonomi khusus (KEK), pemerintah merencanakan pengembangan 17 KEK baru, 10 di antaranya adalah KEK Pariwisata.

()