Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Selasa (20/10). Berdasar pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menemukan 654 titik panas berada di Sumatra Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye/15 *** Local Caption ***

Pekanbaru, Aktual.com – Satelit mendeteksi ada 165 titik panas yang menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, berada di Provinsi Riau pada Rabu (20/3) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru dalam analisanya menyebutkan bahwa total ada 187 titik panas (hotspot) di Sumatera. Riau mendominasi jumlah titik panas tersebut dengan 165 titik, dan meningkat dibandingkan pantauan Satelit Terra dan Aqua pada Selasa sore, yang berjumlah 156 titik.

Jumlah titik panas paling banyak berada di daerah pesisir Riau. Kabupaten Bengkalis terdata ada 39 titik, kemudian Pelalawan (37), Kepulauan Meranti (31), Rokan Hilir (17), Dumai (16), Siak (11), Indragiri Hulu (6), Indragiri Hilir (3), Kampar (2), Rokan Hulu (2), dan Kota Pekanbaru (1).

Dengan begitu, dari 12 kabupaten/kota di Riau, hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang terindikasi nihil titik panas pada pagi ini.

Adapun, dari jumlah tersebut ada 107 titik dengan tingkat keakuratan di atas 70 persen, sehingga kuat indikasinya sebagai titik api Karhutla.

Lokasinya paling banyak di Kabupaten Bengkalis mencapai 27 titik, Kepulauan Meranti (20), Pelalawan (19), Kota Dumai (13), Rokan Hilir (11), Siak (7), Indragiri Hulu (5), Indragiri Hilir (2), Rokan Hulu (2), dan Kota Pekanbaru (1).

(Abdul Hamid)