Areal lahan dan hutan terbakar terlihat dari atas Helikopter BNPB jenis MI-8 di Desa Pangkalan Terap, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (10/6). Satgas Karlahut Propinsi Riau terus berupaya melakukan pemadaman baik dari darat maupun udara terhadap kebakaran hutan dan lahan yang diperparah dengan kencangnya tiupan angin serta cuaca panas itu. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc/16.

Pekanbaru, Aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 97 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di lima provinsi di Pulau Sumatera.

Berdasaran pencitraan satelit Terra dan Aqua, titik-titik dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen tersebut menyebar di Kepulauan Riau 24 titik, Sumatera Barat delapan titik, serta Sumatera Utara dan Jambi masing-masing satu titik.

Titik panas terbanyak sendiri terdeteksi di Provinsi Riau dengan total 63 titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan 63 titik panas atau “hotspot” di Riau menyebar di sembilan kabupaten dan kota.

“Titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 16 titik dan Meranti serta Dumai masing-masing 12 titik,” kata Sukisno, Minggu (17/3).

Ketiga daerah itu secara geografis terletak berdekatan dan sama-sama di Pesisir Riau, yang hingga kini masih dilanda musim kering cukup ekstrim. Selain di tiga wilayah itu, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu delapan titik, Indragiri Hilir tujuh titik.

Selanjutnya di Pelalawan empat titik, Rokan Hilir dua titik serta Rokan Hulu dan Siak masing-masing satu titik panas.

(Abdul Hamid)