Lampung, Aktual.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan peringatan cuaca buruk di perairan Lampung pada Minggu hingga Senin (7/9) pagi, berupa prakiraan kondisi gelombang tinggi maksimum hingga mencapai 4,0 meter.

Menurut BMKG, seperti disampaikan Rizki Cahyadi O, prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Klas IV Lampung, di Bandarlampung, Minggu (6/9), peringatan cuaca buruk berupa gelombang laut tinggi 2,0–3,0 meter diperkirakan dapat terjadi di perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.

Gelombang laut tinggi 3,0–4,0 meter dapat terjadi di Samudra Hindia barat, Lampung.

Keadaan cuaca dari Citra Satelit terlihat adanya Typhoon KILO 970 HPA di Samudra Pasifik timur Jepang, bergerak ke arah barat 8 knot. Angin maksimum 65 knot di dekat pusatnya.

Cuaca diperkirakan berawan di seluruh wilayah pelayanan perairan Lampung.

Angin di atas wilayah perairan Indonesia, di utara Khatulistiwa umumnya bertiup dari tenggara sampai barat daya, dan di selatan Khatulistiwa umumnya bertiup dari arah timur sampai selatan dengan kecepatan angin berkisar antara 3 sampai 30 knot.

Rizki menyampaikan rincian prakiraan cuaca dan kondisi gelombang laut di perairan Lampung, berlaku 24 jam dari 6 September pukul 07.00 WIB sampai 7 September 2015 pukul 07.00 WIB, menunjukkan di Selat Sunda bagian utara (Merak-Bakauheni), arah angin ke tenggara dengan kecepatan 10–20 knot, berawan, tinggi gelombang 0,75–1,5 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,25–2,0 meter.

Pada perairan Selat Sunda bagian selatan, arah angin ke tenggara dengan kecepatan 15–20 knot, berawan, tinggi gelombang 1,25–2,0 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 2,0–3,0 meter.

Cuaca di perairan Pantai Timur Lampung, arah angin timur-tenggara dengan kecepatan sampai 15 knot, berawan, tinggi gelombang 0,5–1,25 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 1,25–2,0 meter.

Kondisi cuaca di perairan Pantai Barat Lampung, arah angin ke tenggara, dengan kecepatan 15–20 knot, berawan, tinggi gelombang antara 1,5–2,0 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 2,0–3,0 meter.

Pada perairan Samudra Hindia barat Lampung, arah angin ke tenggara dengan kecepatan 15–25 knot, berawan, tinggi gelombang 1,5–2,0 meter, dan prakiraan tinggi gelombang maksimum 2,0–3,5 meter.

Kondisi pasang surut air laut di Pelabuhan Panjang Bandarlampung dan sekitarnya, minimum 0,4 meter terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB, dan maksimum 1,4 meter terjadi pada pukul 01.00 dan 24.00 WIB.

Sedangkan pasang surut air laut di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan sekitarnya, minimum 0,3 meter terjadi pada pukul 07.00 WIB, dan maksimum 0,8 meter terjadi pada pukul 01.00 WIB.

Artikel ini ditulis oleh: