Jayapura, aktual.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempabumi tektonik berkekuatan 5,1 skala richter (SR) setelah pemutahiran yang mengguncang wilayah laut Kabupaten Jayapura pada Sabtu (16/2) pukul 13:39 WIB tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jayapura, Sabtu (16/2), menyebutkan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Kemudian, tambahnya dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan magnitudo 5,4 SR yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,1 SR. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,42 Lintang Selatan dan dan 140,m,28 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 25 KM arah Barat laut Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada kedalaman 10 KM.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diduga akibat aktivitas New Guinea subduction,” jelasnya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah laut di sebelah Barat laut Kabupaten Jayapura ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (Thrust Fault). Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyrakat dan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Jayapura II-III MMI di Sentani II-III MMI dan di Genyem II-III. “Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” katanya. Lanjut dia, hingga pukul 14:10 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). “Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujarnya.

Rahmat memastikan, informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (inatews.bmkg.go.id atau www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Ant.

(Zaenal Arifin)