BMKG memperingatkan, potensi hujan sedang-lebat yang disertai angin kencang, kilat, dan petir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Jakarta, Aktual.com – Badan Meteorplogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

“Dari kondisi atmosfer terkini terpantau beberapa indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sekitar Pulau Jawa, Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara dalam periode tiga hari kedepan,” demikian rilis BMKG yang dipantau melalui website dari Kupang, Jumat (23/9).

Dalam rilis yang ditandatangani Kedeputian Bidang Meteorologi – BMKG itu disebutkan indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitaran wilayah tersebut bentuknya masih sporadis.

Daerah-daerah itu antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, NTT, Jawa Timur Timur, dan Pesisir Selatan Pulau Jawa.

“Masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan, banjir bandang, pohon tumbang dan jalan licin,” katanya.

Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan dan masyarakat yang berlibur ke wilayah pesisir dihimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi antara 2,5 – 4,0 meter di Laut Andaman.

Berikut Perairan barat Sabang, Perairan Enggano – Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia barat Sumatera – selatan NTB.

Selanjutnya Perairan selatan Jawa – P. Sumbawa, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan.

“Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam dapat menghubungi BMKG terdekat setempat,” katanya.

Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nenot’Ek terpisah di Kupang, mengatakan suhu udara di wilayah Kota Kupang saat ini tetap berada di atas 35 derajat Celsius pada siang hari.

“Suhu udara ini sewaktu- waktu bisa mencapai 37 derajat Celsius, karena adanya pertukaran musim dari kering ke basah sehingga memicu suhu panas bisa mencapai puncaknya,” katanya.

Hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kupang sebelumnya menunjukkan terjadi penyimpangan iklim saat ini berupa hujan di musim kemarau akibat monsun Australia lemah.

“Meskipun saat ini NTT dan sekitarnya memasuki musim kamarau, Kota Kupang dan sekitarnya masih diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi akibat melemahnya monsun Australia,” katanya.

Menurut dia, musim saat ini dipengaruhi oleh dua monsun yaitu monsun Asia dan Monsun Australia.

“Pada saat terjadinya musim hujan yang bergerak adalah monsun Asia, sedangkan musim kering yang bergerak ialah monsun Australia. Monsun Australia inilah yang melemah, sehingga musim kemarau terdapat gangguan turunnya hujan,” katanya.

Berdasarkan monitoring dinamika atmosfer BMKG menunjukkan bahwa El Nino kuat sudah terjadi sejak bulan Agustus 2015, hingga berada pada status El Nino Moderate dan telah meluruh secara perlahan-lahan menjadi Netral pada bulan April- Mei 2016.

Sementara katanya La Nina diprediksi terjadi pada akhir tahun antara bulan Oktober-Desember 2016 dengan peluang 50 persen.

Pada periode tersebut bertepatan dengan periode awal musim hujan sehingga perlu diwaspadai peluang terjadinya curah hujan tinggi pada saat La Nina berlangsung.

(Antara)

(Eka)