Awan hitam menggelanyut di langit Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu (3/11/2021). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi di sejumlah daerah di Indonesia hingga 6 November 2021 termasuk Sulawesi Selatan sehingga masyarakat diharapkan mewaspadai potensi cuaca ekstrem tersebut. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp (ANTARA/ARNAS PADDA)

Jakarta, Aktual.com – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Selasa ini, menurut peringatan dini cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dikutip dari situs BMKG di Jakarta, Selasa (17/1), terdapat potensi hujan lebat atau lebih dari 50 milimeter per hari di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur.

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir, yakni di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Maluku.

Sedangkan wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang atau lebih dari 45 kilometer per jam yakni di Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Utara.

BMKG menyebutkan, sirkulasi siklonik terpantau di Laut China Selatan barat Filipina, di Filipina bagian selatan, di Samudra Hindia barat Bengkulu, di Samudra Hindia selatan Bali, dan di Australia Barat bagian utara yang membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Laut China Selatan, dari Filipina hingga Laut China Selatan, dan di Australia Barat bagian utara.

Selain itu, daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Samudra Hindia barat Sumatera Utara-Bengkulu, dari Samudra Hindia barat daya Banten-Banten, dari Samudra Hindia selatan Jawa Barat-Jawa Tengah, di perairan selatan Jawa Timur-P. Sumba, di Laut Jawa, dari Kalimantan Timur hingga Selat Makassar bagian utara, dari Kalimantan Tengah hingga Selat Makassar bagian selatan, dan di Papua.

BMKG memprakirakan, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi itu.

(Andy Abdul Hamid)