Kendari, aktual.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara mengedukasi puluhan pelajar siswa-siswi di SMAN 4 Kendari, di Kota Kendari, tentang bahaya penyalahgunaan narkoba melalui kegiatan diseminasi informasi insert konten di sekolah itu, Sabtu (1/2).

Kepala Seksi (Kasie) Pencegahan Bidang P2M BNNP Sultra, Mindrayatin mengatakan edukasi kepada para pelajar itu dengan memberikan pemahaman dasar tentang narkoba serta edukasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kita berikan informasi bahwa mereka harus tahu dan paham apa itu narkoba atau narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya, intinya mereka harus tahu apa itu narkotika, apa penggolongannya jenis-jenisnya kemudian apa efeknya, serta apa pengaruhnya. Jadi kita memberikan pemahaman dasar tentang narkoba,” katanya, di Kendari.

Mindrayatin juga mengungkapkan, dengan diberikan informasi atau pemahaman tentang narkoba, sehingga mereka (siswa) bisa menjadi konselor bagi teman-temanya, baik di lingkungan sekolah, masyarakat dan keluarga.

“Mereka dilatih untuk bisa memberikan informasi kepada teman-temannya. Jadi mereka inilah yang akan memberikan informasi kepada teman-temannya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba atau bisa dibilang sebagai konselor, mungkin ada temannya yang bermasalah mengenai narkoba sehingga mereka bisa konseling,” ungkapnya.

Mindrayatin juga mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2018 lalu, penggunaan narkoba masih didominasi oleh pekerja, namun menurutnya fenomena penggunaan narkoba seperti fenomena gunung es, dimana yang terlihat hanya pekerja, sementara di dalamnya tidak diketahui.

“Bahaya penyalahgunaan narkoba ini seperti fenomena gunung es. Mungkin kita lihat hanya pekerja, tetapi kita tidak tahu yang di dalam. Mungkin di dalamnya bisa saja nanti ada pelajar, karena banyak sekali sekarang, bahkan mereka bisa membeli dari online seperti tembakau gorila,” katanya.

Sehingga ia berharap, dengan diedukasinya siswa-siswi tersebut mereka memiliki imun terhadap narkoba. Selain itu diharapkan mereka (siswa-siswi) bisa menjadi konselor bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah, keluarga hingga masyarakat.

(Eko Priyanto)