Semarang, Aktual.com – Sejak pihak manajemen PT Gojek Indonesia (GI) hari Sabtu (13/8) lalu memberlakukan pemotongan bonus pemesanan, Ilham memilih mogok narik.

Dia merupakan salah satu dari ratusan pengemudi Gojek di Semarang, Jawa tengah, yang hari ini lakukan aksi unjukrasa memprotes kebijakan manajemen.

Diakuinya, kebijakan sepihak dari manajemen itu membuat pendapatannya anjlok. Semula mendapat bonus sekali narik Rp15 ribu, kini bonus dipangkas hingga pengemudi hanya mendapat Rp7 ribu.

Ditemui di tengah lakukan aksi, Ilham mengeluh dirinya seperti dipaksa bekerja di bawah tekanan namun dengan upah minim. Bahkan untuk sekali narik, dia mengaku sering ‘nombok’ alias tekor. Lantaran dia juga harus keluarkan ongkos tambahan seperti bayar parkir, paket internet seluler, hingga kebutuhan mendesak lainnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengemudi Gojek lainnya, Anto, yang juga ikut berunjuk rasa. “Pimpinan Gojek minta kita bekerja dengan baik tapi dan taruhan nyawa, tapi nyatanya kita dihargai murah sekali. Saya minta semua keputusannya dibatalkan,” ujar Anto.

Sore tadi, perwakilan pengemudi Gojek Semarang menuntut bertemu manajemen PT Gojek Semarang di kantor Jalan Kalibanteng. Ingin mendapat ‘win-win solution’ agar nyaman dalam bekerja. “Kita enggak mau bonus-bonus dipotong seperti ini,” ujar dia.

Sementara itu, pimpinan PT Gojek di Semarang menolak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi awak media. (M Dasuki)

Artikel ini ditulis oleh: