Padang, Aktual.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat membuat batas aman tsunami pada dua ruas jalan. Hal itu sebagai bentuk pengurangan risiko bencana.

Kepala BPBD-PK Padang Rudi Rinaldy mengatakan batas aman tsunami yang saat masih pengerjaan berada di dua kawasan yaitu di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umur Ampang dan di depan SPBU Sawahan, Kecamatan Padang Timur.

Dia menyebutkan kedua kawasan itu merupakan jalur utama evakuasi bencana tsunami. “Kita membuat zona ini untuk memberikan tanda kepada masyarakat bahwa mereka sudah berada pada zona aman tsunami,” katanya di Padang, Jumat (23/12).

Pada ruas jalan tersebut akan dibuat dua buah garis biru selebar badan jalan dengan tinggi sekitar satu meter. Garis biru ini yang akan menandakan apabila warga telah melewati garis tersebut maka tidak akan terkena gelombang tsunami.

Apabila gempa terjadi, imbuhnya orang yang berada pada garis biru tersebut tidak perlu lagi keluar dari rumah untuk menuju kawasan lebih tinggi.

Dia melihat zona akan memiliki dampak besar karena dalam beberapa kali gempa terjadi masyarakat yang berada di kawasan aman ikut evakuasi menuju dataran yang lebih tinggi. “Hal ini tentunya membuat kemacetan di jalanan kota ketika warga melakukan evakuasi secara serentak.”

Dia mengatakan dengan ada tanda ini memberikan pemahaman kepada masyarakat apabila mereka berada di dataran yang lebih tinggi dari garis biru memberikan kesempatan evakuasi kepada masyarakat yang berada di zona merah tsunami.

“Masyarakat yang berada di zona merah tsunami bisa melakukan evakuasi baik menuju shelter maupun menuju zona aman tsunami,” kata Rudi.

Dia mengatakan pada tahun 2017 akan menambah zona aman tsunami pada 32 ruas jalan di kota setempat yang berada pada kawasan yang berada di pesisir pantai. “Untuk jarak zona tersebut dari pesisir pantai bergantung pada berbagai hal berbagai seperti banyaknya bangunan antara pesisir pantai dengan zona aman.”

Dia menyebutkan kalau untuk kawasan Ampang dan Sawahan karena banyak gedung dan bangunan maka jaraknya lebih pendek sekitar 5 kilometer. Namun untuk di kawasan Koto Tangah jaraknya bisa lebih panjang lagi.

“Karena jumlah bangunan antara kawasan pesisir pantai dengan batas zona aman tsunami sedikit, sehingga batas amannya lebih dari 5 kilometer.”

(Wisnu)