Petugas BPBD Situbondo, Jawa Timur, mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Kamis (17/8/2023) ANTARA/HO-BPBD Situbondo
Petugas BPBD Situbondo, Jawa Timur, mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Kamis (17/8/2023) ANTARA/HO-BPBD Situbondo

Situbondo, aktual.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, terus melanjutkan upaya distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang terkena dampak parah dari kekeringan, serta mengalami kekurangan pasokan air bersih dalam aktivitas sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto, menjelaskan bahwa pendistribusian air bersih dilakukan secara rutin setiap hari ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan. Upaya ini terus dilakukan termasuk pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia.

“Hari ini, kami telah mengirimkan pasokan air bersih ke dua titik, yaitu di Dusun Curah Temu dan Dusun Sekar Putih, Kecamatan Banyuputih,” ungkapnya di Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (17/8/2023).

Menurut Sruwi, pengiriman air bersih ke wilayah terdampak kekeringan dilaksanakan setiap hari karena kondisi masyarakat yang kekurangan air bersih sangat membutuhkan pasokan air untuk keperluan memasak dan mandi.

“Pada hari ini, kami telah mengirimkan air bersih ke dua lokasi ini, masing-masing dengan jumlah 5.000 liter air. Setiap harinya, BPBD mengalokasikan pasokan air bersih melalui truk tangki yang dimiliki oleh BPBD maupun PDAM,” katanya.

BPBD Situbondo melaporkan bahwa tujuh dusun yang tersebar di empat desa dan empat kecamatan menghadapi masalah serius kekurangan air bersih sejak memasuki musim kemarau tahun ini. Masyarakat di wilayah tersebut mengalami kesulitan dalam kegiatan sehari-hari karena pasokan air bersih yang terbatas, terutama dalam memasak dan mandi.

Salah satu dusun yang terdampak adalah Dusun Sokaan Utara di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, dengan populasi sekitar 2.793 jiwa tersebar di enam RT. Wilayah ini menghadapi kekurangan air bersih akibat sumber mata air yang mengering.

Dusun Bandusa dan Dusun Polay Taman di Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, juga mengalami masalah serupa dengan populasi sekitar 800 jiwa tersebar di enam RT. Kekurangan pasokan air bersih di wilayah ini disebabkan oleh penurunan pasokan air dari mata air di dua dusun tersebut selama musim kemarau.

Sementara itu, Dusun Sekar Putih dan Dusun Curah Temu di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, dengan jumlah ratusan jiwa, juga mengalami kekurangan pasokan air bersih karena sumur bor yang terkait semakin berkurang.

Di Dusun Jerugan, Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, sekitar 673 jiwa mengalami kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari karena sumur bor bantuan pemerintah di wilayah ini sudah rusak.

“Sumber air bersih di setiap dusun yang menghadapi masalah kekurangan air bersih cenderung rusak. Beberapa juga mengalami penurunan pasokan air dan sumber mata air yang mengecil saat musim kemarau,” tutup Sruwi.

Artikel ini ditulis oleh: