Jakarta, aktual.com – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI  (BPI KPNPA RI) meminta Najwa Shihab untuk tidak membuat pernyataan yang ngawur tentang Polri yang seolah-olah semua anggotanya berkepribadian seperti Sambo dan hidup hedonis. Pasalnya menurut BPI KPNPA, pernyataan Najwa tersebut melukai hati dan perasaan anggota serta keluarga besar Polri yang hidupnya masih sederhana.

“Bijaklah berpikir dan bersikap, karena masih banyak polisi yang hidup sederhana. Seyogyanya Mbak Najwa dalam membuat pernyataan, tidak menyinggung perasaan anggota Polri maupun keluarga besar Polri,” ujar Ketua Umum BPI KPNPA Tubagus Rahmad Sukendar dalam keterangan tertulis, Senin (19/9) sore.

Rahmad pun menyebut Najwa menggeneralisir seluruh polisi di Indonesia berperilaku sama seperti yang dilakukan tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo. Dirinya pun kembali meminta Najwa bersikap lebih objektif dalam memberikan pernyataan.

“Sejauh ini, semua anggota Polri pasti akan bekerja lebih baik. Jangan sampai ada kesimpulan bahwa dengan adanya peristiwa Sambo ini, kemudian seolah membuktikan semua anggota Polri bobrok dan bermental hedonis. Masih banyak di luar Polri yang hidupnya sederhana dan berintegritas,” sambung dia.

Rahmad pun menegaskan Polri terus melakukan transformasi ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan menegakkan komitmen untuk memberi sanksi kepada anggota Kepolisian yang melanggar kode etik dan aturan hukum.

“Polri sendiri sudah melakukan penindakan tegas dan terukur. Mulai dari mencopot sampai dengan pemecatan dengan tidak hormat (PTDH) dan melanjutkannya ke proses sidang etik maupun pidana. Ini sudah menunjukkan bahwa Polri sudah berubah dan menginginkan masyarakat kembali peduli terhadap institusi Bhayangkara ini,” tuturnya.

Sebelumnya, jurnalis sekaligus presenter Najwa Shihab mengkritik gaya hidup para anggota Polri yang dianggapnya hidup dengan kemewahan dan bergaya hedonisme di tengah ramainya pembicaraan publik soal kasus pembunuhan Brigadir J. Kritikan Najwa Shihab tersebut disampaikan lewat kanal YouTube yang diunggahnya pada Kamis (14/9) pekan lalu. Hal tersebut akhirnya langsung memunculkan pro dan kontra di antara warganet.

(Megel Jekson)