Beranda Nasional Hukum BPI KPNPA Tantang Kapolri ‘Sumpah Pocong’ Untuk Buktikan Zero Rupiah Saat Masuk...

BPI KPNPA Tantang Kapolri ‘Sumpah Pocong’ Untuk Buktikan Zero Rupiah Saat Masuk Akpol

Proses Penerimaan Anggota Polri pada tahun 2021 lalu (Antara)

Jakarta, aktual.com – Sekjen Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran RI (BPI KPNPA RI), Harry Khoerul Anwar mengungkap dugaan praktik penyimpangan dalam penerimaan atau rekrutmen anggota yang masih saja terjadi di institusi Polri. Harry bahkan menyatakan penyimpangan itu sudah terjadi mulai sejak awal proses perekrutan calon anggota polisi.

“BPI KPNPA RI selaku Lembaga Peneliti Independen masih melihat terjadinya penyimpangan. Misalnya ada peserta yang lulus tahapan di daerah tiba tiba gagal lolos seleksi di Panitia Pusat, dan ada sebaliknya lolos di daerah, tiba tiba gagal di Panitia Pusat. Semua ini masih saja banyak terjadi dan bisa ditemui di setiap rekrutmen Polri,” ujarnya dalam rilis yang diterima Selasa (28/6) sore.

Atas pernyataan ini, Haji Harry pun siap diundang pihak kepolisian. BPI KPNPA RI menegaskan pihaknya terus melakukan penelitian di sejumlah Polda dan Mabes Polri sehingga terus menemukan kecurangan maupun penyimpangan di dalam seleksi awal sampai ke tahapan seleksi akhir. Praktek ini, ungkapnya, juga terjadi dalam proses rekrutmen di Akademi Kepolisian (Akpol).

Harry pun siap menantang Kapolri untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’ jika tudingan BPI KPNPA RI ini bohong atau palsu. Dia meyakini praktek busuk rekrutmen anggota Polri dengan membayar sejumlah nominal tertentu hingga kini masih banyak terjadi.

“Kami  berani mengatakan seperti itu kepada publik. Kami meminta kepada Kapolri bila memang untuk masuk Akpol ‘Zero Rupiah’, maka apakah Kapolri siap untuk melakukan ‘Sumpah Pocong’. Untuk membuktikan bahwa Polri di bawah komando Jendral Listyo Sigit Prabowo benar bersih dan tidak lagi menerima suap dalam rekrutmen,” ujarnya.

Meskipun demikian, BPI KPNPA RI tetap memberikan apresiasi kepada Kapolri yang selalu menindak oknum yang terlibat di dalam praktek buruk rekrutmen. Misalnya dengan pemecatan tidak hormat hingga proses hukum ke persidangan umum. Namun demikian, hingga kini, masih saja ada oknum polisi yang memposisikan dirinya sebagai calo rekrutmen anggota Polri.

BPI KPNPA RI mengklaim akan selalu memberikan dukungan kepada Kapolri dalam membenahi sumber daya manusia di SDM Polri. Terutama dalam upaya untuk membersihkan proses rekrutmen maupun seleksi penerimaan anggota Polri secara terpadu (Akpol, Bintara, Tamtama). Harry menyatakan Kapolri Sigit selalu berkomitmen menegakkan prinsip transparansi dan bersih dari KKN.

(Megel Jekson)