Banda Aceh, Aktual.com – Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) sejauh ini belum mengetahui sumber api yang menyebabkan terjadinya ledakan sumur minyak di Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, hal itu karena belum adanya hasil investigasi resmi.

“Sumber api belum terkonfirmasi positif dari mana, diduga berasal dari wilayah sumur itu. Tetapi sumber api pastinya belum ada investigasi secara resmi,” kata Deputi Dukungan Bisnis BPMA Afrul Wahyuni, di Banda Aceh, Sabtu (12/3).

Afrul mengatakan, pascaledakan semalam, kondisi di lokasi kejadian sudah diamankan dan sumur minyaknya sudah terkontrol setelah berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

Kata Afrul, terhadap peristiwa ini BPMA sudah membangun komunikasi aktif dengan Kementerian ESDM melalui Dirjen, SKK Migas Sumbagut, Direktorat Teknis dan Lingkungan Migas, serta PT Medco untuk penanggulangannya.

“Saat ini BPMA terus memantau dampak dari kebakaran tersebut dan terus berkoordinasi dengan pusat. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Afrul mengatakan, peristiwa meledaknya sumur minyak Aceh Timur tersebut bukan kejadian pertama, tetapi juga pernah terjadi di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

“Pemerintah terus mencari solusi terhadap kasus seperti ini, dan juga memberi perhatian terhadap illegal drilling (pengeboran sumur minyak ilegal),” kata Afrul.

Selain itu, kata Afrul, sumur minyak tersebut selama ini juga sudah menjadi penghasilan masyarakat setempat sejak belasan tahun lalu. Karenanya ini menjadi pekerjaan rumah juga bagi pemerintah untuk mencarikan solusinya.

Sebelumnya, salah satu sumur minyak di wilayah Desa Mata Ie, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur meledak dan menimbulkan kebakaran hebat sekitar pukul 23.10 WIB, Jumat (11/3).

Sumur minyak yang meledak tersebut selama ini dikelola masyarakat secara tradisional. Meski demikian sumur itu juga berada di wilayah kerja PT Pertamina EP.

(Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)