Jakarta, Aktual.com — Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor Edison Simanjuntak, memberikan penjelasan terkait pengadaan mobil crane kepada Tim Pansus Pelindo II DPR RI.

Ia menyebut, PT Pelindo II melakukan pengadaan barang tersebut tanpa perencanaan yang benar. Pada proses pengadaan crane oleh Pelindo II, delapan pelabuhan menolak dengan alasan crane tak dibutuhkan.

“Pengadaan 10 mobile crane ini tidak melalui perencanaan yang benar dan tidak dilakukan analisis kebutuhan. Ketika barang itu sudah ada itu malah tidak digunakan. Karena memang pimpinan 8 pelabuhan itu katakan tak butuh barang. Ya kita bilang kenapa beli kalau nggak butuh. Nah perencanaannya katanya dibuat oleh Pelindo II,” ujar Victor di rapat Pansus Pelindo II

Pengadaan crane oleh PT Guangxi juga bermasalah. Sebab, kata dia, Guangxi adalah perusahaan belum berpengalaman. Kemudian diproses lelang pertama itu digagalkan karena penawaran Guangxi lebih tinggi.

Maka dari itu, Victor mempertanyakan siapa yang mem ‘back up’ PT Guangxi hingga memenangkan proyek pengadaan mobil crane tersebut.

“Pertama itu gagal, Guangxi mengajukan harga diatas perkiraan sendiri,”

“Begitu juga lelang kedua nggak ada pendaftar, hanya Guangxi sendiri. Dan itu kan seharusnya dibatalkan. Tapi Guangxi menang. Nah, yang jadi pertanyaan itu di belakang Guangxi siapa?” jelasnya.

()