Jakarta, Aktual.co — “British Council” bersama “James Counsins Company” asal Inggris menggelar pertunjukan karya tari kontemporer terbaru berjudul “Without Star” dan “There We Have Been” di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Rabu (29/10) pukul 19.00 WIB.
British Council merupakan organisasi internasional Inggris di bidang pendidikan hubungan budaya yang akan menampilkan pagelaran tari kontemporer tersebut dalam rangka turnya di wilayah Asia Tenggara dan Indonesia merupakan kunjungan yang terakhir.
Menurut Sally Goggin selalu Country Director British Council di Indonesia, Selasa (28/10), kedua karya tari yang terinspirasi dari novel berjudul “Norwegian Wood” karya oleh Haruki Murakami tersebut akan dihidupkan melalui pertunjukan tari dengan koreografer James Cousins dan para penarinya di ISI Surakarta.
“Kami terakhir di Indonesia akan menggelar di Ciputra Hall Surabaya Jawa Timur, pada tanggal 1 dan 2 November mendatang,” ucap Sally Goggi.
Menurut dia, dua karya James Cousins tersebut dengan mengambil tema-tema cinta, kehilangan dan pertemanan dari kisah di Negara Jepang. Tari yang menambah sentuhan unit dan khas James Cousins untuk menciptakan sepasang karya yang kuat.
“Without Star dan There We Have Been merupakan karya tari yang sangat penyentuh, menonjolkan teknik kelenturan dan keseimbangan tubuh yang kuat sang penari.
Menurut dia, kenapa di Solo, karena kota tersebut dikenal memiliki banyak warisan budaya tari dan seni yang mempunyai berkualitas tinggi.
Oleh karena itu, pihaknya sangat sedang bisa datang ke Solo bermitra dengan isi Surakarta dengan menghadirkan James Cousins Company yang telah meraih berbagai penghargaan itu.
James Cousins Company merupakan salah satu kelompok tari yang paling menarik di Inggris tersebut diharapkan mampu menghibur para penonton masyarakat Kota Solo.
Koreografer James Cousins merupakan lulusan dari London Conremporary Dance School secara perlahan menjelma dari seorang penari menjadi koreografer yang menghasilkan berbagi karya tari yang disegani baik Inggris maupun negara-negara lain.
Menurut James Cousins, dirinya merasa senang bisa tampil di Kota Solo, karena wilayah ini yang dikenal banyak mempunyai warisan budaya yang berkualitas.
“Dua karya saya itu, merupakan karya tari yang diambil dari sebuah novel kisah di Jepang karya Haruki Murakami. Saya menciptakan tari ini, dua tahun yang lalu dan kini dipertunjukan turnya di Asia Tenggara termasuk Indonesia,” James Cousins.
Menurut dia, penari perempuan yang melakukan gerakan yang kuat dan indah di atas atau tanpa menyentuh tanah selama sekitar 17 menit dengan penari laki-laki. Tarian ini, sangat indah dan dinamis, serta menonjolkan emosi para penarinya.

()