Jakarta, Aktual.com – Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian, mengatakan serangan siber bisa dilakukan oleh siapa saja bahkan anak-anak sekalipun. Itu membuktikan kalau ada juga serangan siber yang seketika, atau tak terorganisir.

“Bisa iya (terorganisir), bisa tidak. Dilihat dari segi aktornya itu bisa dilakukan oleh perorangan, bisa juga dilakukan kelompok. Hoaks, juga kan bisa anak-anak bermain di situ. Kemudian waktunya juga, setiap saat bisa,” ujar Hinsa di Jakarta, Kamis (10/10).

Serangan siber berupa hoaks itu jika terjadi secara masif, dapat mengancam jiwa manusia, mengguncang kestabilan ekonomi, bahkan mengancam kedaulatan negara.

Hinsa menyebutkan contoh kasus kerusuhan di Papua dan Papua Barat yang awalnya dipicu dari hoaks yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Ia mengatakan kejadian-kejadian serupa sudah sering terjadi. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat semakin sadar, semakin kuat, dan semakin tahan terhadap isu-isu hoaks itu dengan cara kembali ke nilai-nilai kearifan lokal yang asli dimiliki bangsa.

“Kita harus kembali ke budaya kearifan lokal. Masyarakat Indonesia itu kan sudah memiliki nilai-nilai seperti adat-istiadat, tata krama, dan agama,” ujar Hinsa.

(Abdul Hamid)