Ratusan anggota Kepolisian mendesak para pengunjuk rasa agar tidak mengkibarkan poster bintang kejora dalam aksi unjuk rasa di depan kantor perwakilan PBB, Jalan.MH. Thamrin, Jakarta, Senin (3/4/2017). Dalam aksinya para pengunjuk rasa mendesak agar PBB bertanggung jawab untuk meluruskan sejarah PEPERA dan proses aneksasi West Papua. AKTUAL/Munzir

Jayapura, Aktual.com – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Ahmad Kamal menyatakan Kapolres Jayapura Kota AKBP Tober Sirait dan ajudannya Bripda Nyoman menjadi korban penganiayaan sekelompok massa di jalan raya Abepura, Kota Jayapura.

“Betul Kapolres dan anggotanya dianiaya saat berupaya membubarkan massa yang sedang melakukan aksi pemalangan di ruas jalan tersebut,” kata Kombes Ahmad Kamal, Kamis (25/5) malam.

Disampaikan, saat ini kedua anggota polri masih dirawat secara intensif di RS Bhayangkara, Kotaraja namun secara keseluruhan kondisinya stabil.

Insiden itu sendiri terjadi berawal adanya informasi tentang pembakaran karton dan barang bekas yang dilakukan anggota yang sedang membersihkan mess yang baru ditempatinya menggantikan pasukan sebelumnya.

Dari laporan yang diterima saat Kapolres Jayapura Kota AKBP Sirait didampingi ajudannya menuju Makorem 172 untuk meredam aksi warga yang memblokade jalan, namun tiba tiba ada yang mengeroyok dan melempari mereka hingga diamankan anggota polisi lainnya dan membawa ke RS Bhayangkara.

Saat ini keduanya masih dirawat di RS Bhayangkara akibat luka memar yang diderita, bahkan Briptu Nyoman mengalami hidung retak dan punggung robek, kata Kombes Kamal seraya mengatakan, situasi kawasan itu kembali normal setelah brimob membuka dan membersihkan blokade jalan yang dipalang hingga tidak dapat dilalui.

“Situasi sudah kembali kondusif dan kasus ini ditangani secara bersama antara Direskrimum Polda Papua dan POM Kodam XVII Cenderawasih, untuk memastikan apa yang dibakar hingga memicu kemarahan warga,” kata Kombes Kamal. (ant)

()