Ilustrasi
Ilustrasi

Penajam, aktual.com – Pelatihan budi daya bebek petelur menjadi skala prioritas dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu, dengan anggaran Bantuan Keuangan Khusus dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara 2020.

“Total ada 30 desa mendapat Bantuan Keuangan Khusus dari Pemkab, totalnya mencapai Rp6 miliar, maka desa kami kebagian Rp200 juta,” ujar Sitam, Kepala Desa Rawa Mulia, saat dikunjungi di Penajam Paser, Rabu [4/3].

Prioritas Bantuan Keuangan senilai Rp6 miliar itu adalah untuk pemberdayaan berupa pelatihan budidaya bebek petelur, pengadaan bebek, pembangunan kandang beserta aksesoris.

Ia menjelaskan ternak bebek petelur menjadi prioritas dan disepakati dalam musyawarah rencana pembangunan desa karena selama ini banyak pembuat telur bebek asin di Rawa Mulia.

Padahal, pembuat telur asin kesulitan dalam mencari bahan baku, karena telur bebek tersebut dibeli dari desa lain dan hanya ada di beberapa lokasi.

Dengan adanya pelatihan sekaligus budidaya telur bebek, Sitam mengharapkan pembuat telur asin tidak lagi membeli dari luar.

Selain itu, warga Desa Rawa Mulia yang mengikuti pelatihan juga diharapkan bisa terampil dan menambah pendapatan keluarga setelah mampu menghasilkan telur bebek.

Menurut dia, peserta pelatihan budidaya bebek petelur mencapai 50 orang dengan pelatih dipercayakan kepada Tim Teknis Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM) Penajam Paser Utara.

“Untuk pelatihnya, kami percayakan kepada teman-teman di Pro-P2KPM untuk bekerja sama dengan BLK atau Dinas Peternakan, karena yang terpenting bagi kami adalah bagaimana warga bisa terampil, berdaya, dan bisa mendapat penghasilan setelah beternak bebek petelur,” katanya.

Peserta pelatihan berasal dari unsur PKK, Karang Taruna, kelompok ternak, dan masyarakat yang berkomitmen beternak bebek, karena dalam musyawarah telah disepakati bahwa setelah pelatihan, maka peserta harus sungguh-sungguh menerapkan ilmunya.

“Lokasi kandang bebek rencananya ukuran 7×20 meter yang dibangun di atas lahan desa. Sementara pengadaan bebek rencananya sebanyak 500 ekor. Untuk pakan kami tidak repot karena sudah ada warga kita yang piawai mengolah pakan ternak,” kata Sitam. 

(Eko Priyanto)