Jakarta, Aktual.com — Perum Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang, Banten, menjamin stok beras untuk masyarakat miskin aman dan mencukupi selama tiga bulan ke depan. Apalagi, selama ini distribusi raskin berjalan lancar dan tidak ada masalah.

“Kami menjamin persediaan pangan itu relatif aman dan mencukupi,” kata Kepala Perum Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang Herman Sadik di Lebak, Minggu (9/8).

Dia mengatakan, persediaan beras di gudang Bulog Kecamatan Wanasalam dan Warunggunung relatif aman dan mencukupi untuk penyaluran raskin di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Bahkan, penyerapan beras dari petani hingga Juli 2015 mencapai 19.500 ton setara beras sehingga bisa menyumbangkan untuk cadangan beras nasional (CBN). “Semua warga yang menerima raskin sebanyak 226.996 rumah tangga sangat miskin (RTSM) di dua kabupaten itu terpenuhi dengan 15 kilogram/KG,” katanya.

Untuk mencapai serapan pangan sebanyak 32.000 ton setara beras, pihaknya kini menggandeng Satgas Penyerapan Gabah-Beras Pengadaan 2015 dengan melibatkan Kodim Lebak-Pandeglang.

Mereka para satgas itu nantinya membuka posko di wilayah musim panen di Lebak-Pandeglang agar bisa terserap gabah/beras untuk dibeli oleh Bulog.

Pembelian Bulog tetap sesuai dengan harga patokan peemrintah (HPP) yakni Rp3.700/Kg gabah kering pungut (GKP), gabah kering giling (GKG) Rp4.600/Kg dan beras Rp7.300/Kg.

“Kami optimistis target pangan sebanyak 32.000 ton setara beras bisa terealisasi dengan adanya satgas itu,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini musim panen di Lebak-Pandeglang masih berlangsung hingga Desember 2015,sehingga persedian pangan mencukupi hingga tahun mendatang. Karena itu, pihaknya yakin Bulog tidak mendatang beras impor karena penyerapan gabah/beras dari petani cukup melimpah.

Meskipun saat ini memasuki musim kemarau juga gelombang Elnino, tetapi tidak berdampak terhadap produktivitas pangan. Saat ini, produksi pangan mencukupi hingga tiga bulan mendatang, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran akan terjadi kenaikan maupun kelangkaan.

“Kami menjamin stok raskin relatif aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat miskin,” katanya menjeraskan.

Kelompok Tani Cahaya Tani Kabupaten Lebak Bambang Suseno mengatakan pihaknya terus menyerap beras lokal untuk cadangan beras nasional (CBN), sehingga dapat memenuhi pendistribusian raskin. “Kami tetap menjaga kualitas beras dengan standar yang diinginkan Bulog,” katanya.

Sementara itu, Udin, seorang penerima raskin warga Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya setiap bulan menebus raskin yang dibagikan oleh petugas rukun warga sebanyak 15 kilogram dengan harga Rp2.000/kg.

Penebusan raskin itu, kata dia, bisa mencukupi kebutuhan pangan selama 15 hari. “Kami lega menerima raskin karena disubsidi itu sehingga harga terjangkau oleh kalangan masyarakat berpenghasilan rendah,” katanya.

(Ant)

(Wisnu)