Ambon, aktual.com – Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Maluku Hamdani mengatakan Bulog Maluku melaksanakan kegiatan operasi pasar (OP) guna menjaga kestabilan harga bahan pokok terutama beras.

“OP tetap dilaksanakan hingga bulan Desember 2020, sesuai dengan surat pemberitahuan dari pusat harga beras yang ditetapkan Rp10.000 per kg,” ujar Hamdani di Ambon, Minggu [15/3].

Ia mengakui di pasar tradisional Kota Ambon ada beras Bulog yang dipatok Rp11.000, namun itu tidak terkait dengan kegiatan operasi pasar khusus Bulog yang menjual beras dengan harga Rp10.000 per kg.

Hamdani mengatakan kegiatan OP ini setiap hari diawasi Tim Satgas Pangan Maluku yang anggotanya terdiri dari Krimsus Polda Maluku, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan pangan, Bulog, BPOM dan Dinas Pertanian.

“Jadi sejumlah kebutuhan pokok yang dijual di pasar selalu saja mendapat pengawasan dari Tim Satgas Pangan mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, tepung terigu, mentega dan sejumlah kebutuhan lainnya yang di jual di pasar,” katanya.

Kegiatan pengawasan ini untuk tetap menjaga kestabilan harga di pasar, jadi para pedagang harus menjual sesuai dengan ketentuan, tidak seenaknya mempermainkan harga jual kepada masyarakat, sebab kalau sampai kedapatan pedagang yang tidak menjual sesuai dengan ketentuan maka akan diambil tindakan.

“Sekarang ini harga kebutuhan yang sedikit bergerak naik yakni gula pasir merek KBA yang dipatok para pedagang dengan harga Rp18.000 per kg.

Sedangkan kebutuhan lain seperti beras merek Tawon, Bulir Mas, dan Lumbung Padi harga ecerannya masih Rp13.500 per kg, Dua Udang Rp12.000 per kg, Rojolele Rp12.000 per kg, dan beras tanpa merek bervariasi Rp11.000 hingga Rp12.000 per kg.

(Eko Priyanto)