Masito dan keluarga terpaksa harus mengubah jadwal penerbangan pulang. Sebab, biro perjalanan Tima Wisata merekomendasikan perekaman dilakukan pada Selasa (18/12).

“(Kami) disuruh besok balik lagi. Padahal kita sudah pesan tiket sore ini. Kan di rumah (Bangka) enggak ada biometrik,” ujarnya.

Masito mengaku keberatan dengan syarat perekaman data biometrik itu. Menurut dia, syarat tersebut merepotkan calon jamaah umrah dari daerah.

“Kasihan yang di daerah kalau harus rekam biometrik. Kalau di Jakarta kan enak tinggal balik. Kalau kita harus naik pesawat ke sini,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dia dapat, kemungkinan perekaman bisa dilakukan pada Selasa. Salah satu perwakilan Tima Wisata yang mendampingi keluarga Masito, Andi menjelaskan masalah server biasanya berasal dari pusat di Saudi.

Dia mengatakan, masalahan server ini bukan pertama kali terjadi. “Kemarin Jumat (14/12) server down sampai jam 16.00 WIB, dari jam 09.00 WIB. Itu jam 21.00 WIB belum bisa diakses (laman VFS Tasheel),” kata Andi.

(Bawaan Situs)