Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

Semarang, Aktual.com – Masyarakat mengapresiasi cara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dalam meresposn aduan warga dengan media sosial. Masyarakat menilai cara itu efektif dan patut ditiru kepala daerah lain.

Pernyataan ini disampaikan Muhadi, mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Tengah, di Balai Latihan Kerja (BLK) 2 di Semarang.

Kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Muhadi menyoroti soal respon cepat gubernur dalam mengatasi persoalan dan keluhan masyarakat.

Dia sering memantau media sosial milik Ganjar. Menurutnya, Ganjar sangat aktif dan merespon cepat berbagai isu dan keluhan yang disampaikan masyarakat.

“Jadi misal ada kerusakan jalan di mana, kemudian beliau langsung mention ke dinas terkait. Prosesnya itu cepat, dia update terus. Saya beberapa kali mengikuti itu, ‘wah update terus nih’,” ujar Muhadi dalam keterangannya, Rabu (22/12).

Muhadi mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah dalam memanfaatkan media sosial, sebagai ruang yang menghubungkan antara masyarakat dengan kepala daerah.

“Mungkin Kita tidak lagi melulu berbicara harus ini harus ini tapi tinggal mention (di medsos) saja. Karena kan, teknologi semakin berkembang, kita memanfaatkan teknologi. Jadi kita memanfaatkan (medsos untuk) hal yang tidak bisa kita sampaikan secara langsung, bisa kita lakukan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Taj Yasin menjelaskan, dalam masa kepemimpinan Ganjar-Yasin, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dituntut kerja cepat menyelesaikan keluhan yang disampaikan masyarakat.

“Ketika kita ada pelantikan SKPD, kita tanya ‘anda siap? Kalau siap, berarti panjenengan (anda) siap nomornya disebarkan ke masyarakat’. Artinya kita mengajak respon cepat terhadap masyarakat. Usulan-usulan apa saja yang disampaikan masyarakat harus kita respon,” kata Taj Yasin.

Wagub menjelaskan, pemimpin daerah pun harus siap dihubungi dan diakses oleh masyarakat. Dia mencontohkan saat didatangi masyarakat Kendal yang mengusulkan agar lampu penerangan jalan di wilayah mereka yang mati dapat segera diperbaiki.

Kata dia, karena jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten, maka pihaknya meminta kepada pihak kabupaten untuk segera menangani.

“Pas saya minta agar masyarakat akses ke kabupaten, katanya malah lebih mudah ketemu bapak. Kalau jalan tersebut kewenangan kita ya kita lakukan. Kalau punya kabupaten ya kita hormati, biar dikerjakan dulu,” ujarnya.

(Wisnu)