Jakarta, Aktual.com — Salah satu tanda bahwa Anda terkena serangan jantung yaitu, akan merasakan nyeri di bagian dada sebelah kiri. Namun ternyata, nyeri pada bagian dada kiri itu bukan hanya pertanda dari serangan jantung saja, tetapi juga paru-paru.

Dr Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM, dari divisi Hematologi-Onkologi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM menerangkan, bahwa penyumbatan pembuluh darah di paru-paru manusia disebut sebagai “Emboli Paru”.

“Emboli paru merupakan salah satu bentuk manifestasi dari gangguan trombo emboli vena (Venous Thrombo Embolism – VTE). Sumbatan di paru ini akan menimbulkan rasa sesak, napas cepat, nyeri dada, hingga batuk darah,” demikian papar Dokter Irawan, kepada Aktual.com, saat ditemui pada sesi diskusi ‘Waspada Darah Beku’ di Double Tree Hilton, Jakarta, Selasa (20/10).

Selanjutnya, Dokter dari RSCM ini menjelaskan, bahwa nyeri di dada akibat jantung hampir sama dengan rasa sakit pada paru-paru hanya durasi yang berbeda dan itu bisa dicek dengan EKG.

“Kalau penyumbatan pembuluh darah di jantung khas dengan nyeri dada yang menusuk ke belakang, durasi onset bisa lebih dari 30 menit, dan perubahan EKG saat dicek dengan elektrokardiogram,” jelas Dr Cosphiadi.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Prof Dr dr Karmel Lidow Tambunan SpPD KHOM, Ketua Perhimpunan Trombosis Hemostasis Indonesia (PTIH) yang mengatakan, masalah di atas juga dapat disebabkan karena pembekuan darah di vena bagian dalam yang disebut “Emboli Vena”.

“Emboli vena bisa karena bekuan darah vena dalam atau DVT (Deep Vein Thrombosis) yang umumnya sering terjadi di kaki. Bekuan darah yang lepas dari vena kaki bisa masuk ke aliran darah dan akhirnya menyangkut di paru-paru,” demikian ungkap Prof Karmel menutup pembicaraan.

()