Jakarta, Aktual.com — Penyakit kanker dinilai sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di dunia, yakni sekitar 8,2 juta kematian pada tahun 2012 lalu (Berdasarkan IARC Global Cancer Report, red).

Menurut data Globocan tahun 2012, diperkirakan terdapat 14,1 juta kanker baru yang muncul dan 8,2 juta kematian karena kanker di seluruh Indonesia. Sedangkan di Asia Tenggara (ASEAN), diperkirakan terdapat 777.000 kasus kanker yang baru muncul dan 527.000 kasus kematian akibat kanker. Dengan ekspektasi tersebut jumlahnya akan meningkat sebesar 70 persen di tahun 2030 mendatang.

Mengingat tingginya prevalensi penderita kanker setiap tahun, Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, mengadakan ‘Forum Diseminasi Hasil Studi ASEAN Cost in Oncology (ACTION)’. Dalam forum tersebut dipaparkan beberapa program yang dapat menekan angka kematian akibat kanker serta mengurangi beban finansial bagi penderitanya.

Dijelaskan oleh dr. Lily Sriwahyuni Sulityowati, MM, selaku Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa program tersebut adalah dengan peningkatkan gaya hidup sehat dengan perilaku “CERDIK dan PATUH”.

“CERDIK yaitu Cek kondisi kesehatan secara berkala, Enyah asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup dan Kendalikan Stress. Sedangkan PATUH, Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet seimbang dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan aman dan Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya,” ungkap Lily, kepada Aktual.com, Senin (11/04), di Aula Siwabessy, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Lily menuturkan, bahwa program kesehatan berperilaku ‘CERDIK’ dalam mengatasi kasus kanker dan mengimplementasikan dalam Posbindu PTM. Sedangkan program ‘PATUH’ merupakan program bagi yang sudah menyandang kanker diharapkan mereka rajin kontrol dan minum obat.

Selain itu, ada beberapa program lainnya yang diusung oleh Kementerian Kesehatan yaitu program pengendalian kanker, program Indonesia Sehat, dan masih banyak program kesehatan lainnya.

()