Jakarta, Aktual.comKreator konten Jasmine Laticia yang akrab disapa Jeje Slebew mengutarakan dirinya setuju dengan usulan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria agar Citayam Fashion Week (CFW) bisa dilaksanakan di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).

Meski demikian, Jeje berharap pemerintah bisa memenuhi satu syarat bahwa CFW tetap bisa menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok) menunjukkan dirinya.

“Jeje sendiri sih setuju dengan kebijakan pemerintah, tapi semoga tidak menghambat kreativitas yang ada di antara teman-teman yang ada di Citayam Fashion Week,” katanya dalam acara konferensi pers di kawasan Dukuh Atas, Sabtu (30/7).

Gadis berusia 16 tahun itu mengaku Citayam Fashion Week dan juga lingkungan Dukuh Atas merupakan rumah baginya untuk bisa berkarya dan mengekspresikan diri.

Bahkan di ruang publik itulah ia bisa merasa diterima sepenuhnya sebagai seorang pribadi yang utuh.

“Jeje senang kalau ada yang datang ke CFW dan Dukuh Atas karena Dukuh Atas ini tempat Jeje bisa damai dengan hidup Jeje. Dukuh Atas juga menjadi tempat Jeje dari nol, dari Jeje belum punya apa-apa,” katanya.

Ia berharap agar ruang publik ini bisa tetap ada dan tetap menjadi ruang bersama untuk masyarakat.

Sebelumnya, pada Rabu (27/7) Wakil Gubernur DKI Jakarta Ariza Patria sempat mengutarakan dukungannya agar Citayam Fashion Week bisa dilaksanakan ketika HBKB berlangsung setiap Minggu (1/8) pagi.

Menurutnya dengan demikian para pengunjung yang setiap hari mengunjungi CFW nantinya bisa memiliki ruang lebih luas untuk melakukan peragaan busana.

“Kan kalau CFD dilaksanakan di hari Minggu pagi, itu bagus. Saya juga termasuk pernah mengusulkan,” kata Ariza.

Lebih lanjut ia menambahkan,”Kan luas itu dari ujung Thamrin ke ujung Sudirman, silahkan saja,”.

Citayam Fashion Week merupakan fenomena yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

Acara ini secara positif dinilai menjadi ruang untuk anak-anak muda berekspresi menariknya mereka berasal dari luar kawasan Jakarta yaitu Citayam, Bojong Gede, dan Depok.

Namun di balik itu, CFW memiliki efek negatif karena tidak sedikit remaja-remaja muda itu yang menimbulkan ketidaknyamanan seperti tidur di trotoar, membuang sampah sembarangan, hingga menyebabkan kerumunan tanpa protokol kesehatan.

Meski Pemerintah DKI Jakarta sempat membubarkan ajang tersebut, kawasan Dukuh Atas kini masih tetap ramai dikunjungi oleh remaja-remaja dari berbagai kawasan di luar Jakarta.

(Wisnu)