Jakarta, Aktual.com – Ketua Advokasi Perempuan dan Anak P2TP2A Istri Binangkit Cianjur, Jabar, Lidya Indiyani Umar, di Cianjur, Jumat, mencatat wilayah Cianjur, menjadi salahsatu daerah dengan tingkat kasus human trafficking tertinggi di Indonesia.

Minimnya SDM dan pengetahuan warga ungkap dia, membuat warga dari kalangan ekonomi lemah rentan menjadi korban perdagangan orang tersebut, dimana hal tersebut menjadi pemicu tingginya kasus perbudakan abad modern.”Masih banyak warga terutama kaum perempuan yang tidak tahu praktek trafficking, sehingga dengan mudah tergiur buju rayu,” katanya.

Selama ini di Cianjur, praktek trafficking selalu dibungkus dengan modus penyaluran tenaga kerja, baik dalam negeri maupun sebagai buruh migran.

“Baru-baru ini, kami menjemput dua orang warga Cianjur di Batam dan Medan yang menjadi korban, dimana mereka ditawari bekerja namun di sana dijadikan PSK,” katanya.

Selama ini, ungkap dia, persoalan ekonomi atau kemiskinan menjadi faktor pendorong seseorang untuk mudah tergiur bekerja di luar daerah atau luar negeri, dimana gaji besar yang dijanjikan membuat korban lupa apa bahaya yang akan mereka hadapi.

“Kami selalu mengimbau warga melalui aparatur pemerintahan baik di tingkat RT sampai kecamatan, untuk memberikan masukan pada warganya yang hendak bekerja baik dalam dan luar negeri, jangan sampai tergiiur begitu saja dengan janji-janji oknum berkedok jasa penyalur,” katanya.

ant

(Nebby)