Jakarta, Aktual.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bersikukuh telah melayangkan surat ke Istana terkait meminta keterangan penghentian reklamasi Pulau G (Pluit City).

Dia justru mengkritik Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, lantaran menyatakan pihak Istana belum menerima surat itu. Menurut Ahok, statement politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut justru bakal berdampak negatif. Sektor bisnis misalnya.

“Makanya saya mau tanya, karena gini lho, investasi itu kalau ada seorang menteri ngomong ini, mempengaruhi pasar modal lho,” ujarnya di Balai Kota DKI, Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/7).

Bekas Bupati Belitung Timur itu kemudian mencontohkan, misalnya dirinya sebagai pihak yang berwenang ingin menutup sebuah televisi karena sebuah hal.

“Kira-kira yang pasang iklan mau pasang iklan lagi enggak? Enggak. Padahal, saya cuma ngomong, enggak ada surat,” ucapnya.

“Kalau ada surat, kamu masih bisa gugat saya loh. Kamu pelajari alasan tutupnya apa,” imbuh eks politikus Golkar dan Gerindra ini.

Ketika ditanyai kapan surat tersebut dikirim, Ahok mengklaim tidak mengingatnya. “Kayaknya sudah. Mesti tanya ke Bagian Umum,” tutupnya.

Ahok diketahui menolak keputusan komite gabungan yang diumumkan Menko Maritim Rizal Ramli, bahwa pengurukan pulau seluas 161 ha oleh entitas PT Agung Podomoro Land (APL) dihentikan total.

Dia lantas sesumbar telah melayangkan surat ke Presiden Jokowi untuk mengetahui, apakah sudah menjadi keputusan resmi yang diambil dalam rapat terbatas (ratas).

Disisi lain, Seskab Pramono, kemarin (Kamis, 14/7), mengkonfirmasi bahwasanya pihak Istana Kepresidenan belum menerima surat tersebut. “Sampai hari ini saya belum terima,” ungkapnya.

 

Laporan: Fatah

()