Pembina Cakra 19 Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan memberikan sambutan saat acara deklarasi dukungan Capres-Cawapres Pasangan Joko Widodo dan Ma'aruf Amin di Jakarta, Minggu (12/8). Dukungan tersebut untuk mengusung kembali Jokowi dan pasangannya Ma'ruf Amin sebagai presiden serta wakil presiden periode 2019-2024. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Luhut Binsar Panjaitan yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Kemaritiman pada Kabinet Kerja Jilid I diminta oleh Presiden Jokowi untuk menangani bidang kemaritiman dan investasi.

Luhut yang mengaku dihubungi oleh Istana sekitar pukul 18.30 WIB datang ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10) malam selepas adzan Isya sekitar pukul 19.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih.

Ia mengaku diajak diskusi selama sekitar 20 menit oleh Presiden untuk diberi tahu apa saja yang akan menjadi tugasnya dalam lima tahun ke depan dalam kabinet yang akan segera diumumkan Rabu (23/10).

“Saya dipanggil Presiden dibrief untuk tugas saya ke depan, nanti menangani mengenai maritim dan investasi,” kata Luhut,

Presiden, kata Luhut juga memberikan arahan-arahan untuk penyelesaian masalah investasi termasuk isu petrokimia juga B20, B30, dan seterusnya.

“Sehingga impor migas kita bisa dikurangi yang sekarang jumlahnya sangat besar 300 triliun tapi tadi saya lapor Presiden, B20 per September sudah lebih dari 20 persen kita berhasil kurangi,” katanya.

Kemudian Presiden Jokowi kata Luhut, memintanya agar masalah “refinery” dan “petrochemical” itu harus jadi dalam beberapa tahun ke depan ini.

“Diminta saya langsung juga untuk membantu penanganan itu. Dan koordinasikan semua di jabatan yang diberikan Menko Maritim ditambah investasi, dan beberapa lain di bawahnya,” katanya.

Ia mengatakan, akan ada perubahan nomenklatur yang diamanahkan kepadanya yakni bidang maritim dan investasi.

(Arbie Marwan)