Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan bendera kepada Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat pengukuhan Kogasma di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/18). SBY mengukuhkan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Kogasma untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai bahwa apa yang disampaikan Prabowo Soeboanto dalam debat terkahir yang menyebut kegagalan perekonomian saat ini bukan hanya menjadi tanggung jawab capres petahana Joko Widodo, namun kegagalan presiden sebelumnya, termasuk Soesilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak bijaksana.

“Saya tidak menyalahkan Bapak (Jokowi). Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak. Kita harus bertanggung jawab,” ujar Prabowo dalam debat kelima Pilpres 2019.

AHY sendiri menegaskan, Indonesia negara besar yang memerlukan pemimpin yang memiliki nilai-nilai yang luhur, bijaksana dan menjadi teladan untuk seluruh rakyat.

“Salah satu sikap teladan yang diperlukan adalah memberikan penghargaan kepada setiap usaha, pengorbanan, dan pengabdian para pemimpin sebelumnya dalam memajukan dan membangun bangsa ini,” ujar AHY, Minggu (14/4).

Siapa pun yang terpilih dan telah terpilih menjadi pemimpin negara, ditegaskan AHY, pasti putra/putri terbaik bangsa, yang telah berkorban sebesar-besarnya, mulai dari waktu, tenaga, pikiran, keluarga, segalanya.

“Sikap menghargai/mengapresiasi siapa pun, apalagi yang telah berjasa untuk negeri ini, seharusnya menjadi syarat mutlak untuk dimiliki oleh pemimpin bangsa, siapa pun ia,” tandasnya.

(Abdul Hamid)