Linkkoping dan Norrkoping merupakan wilayah yang menjadi tempat awal mula bentrokan dan mulai pada Jumat pekan lalu (Kicki Nilsson/ TT News Agency/via REUTERS/CNN Indonesia)

Jakarta, Aktual.com – Demonstrasi protes pembakaran Al-Quran oleh kelompok anti-Muslim di Swedia berakhir ricuh.

Insiden ini bermula saat Kelompok anti-Muslim yang dipimpin oleh politikus sayap kanan Rasmus Paludan dan partainya Stram Kurs membakar kitab suci umat Muslim tersebut di area terbuka di kota Linkoping, pantai timur Swedia pada Kamis (15/4).

Seperti dilansir CNN Indonesia, mayoritas penduduk wilayah tersebut menganut agama Islam. Ratusan orang sempat turun ke jalan untuk menentang tindakan ini, tapi Paludan tetap meneruskan aksinya.

Menurut politikus Swedia kelahiran Turki, Mikael Yuksel, provokasi yang dilakukan kelompok anti-Islam itu berada di bawah perlindungan polisi.

“Di Swedia, negara yang tegas membela hak-hak asasi manusia serta kebebasan beragama, Al-Quran dibakar di wilayah Muslim di bawah perlindungan polisi,” katanya.

Dalam kerusuhan tersebut dilaporkan 40 orang terluka. Kepolisian juga telah menangkap 26 individu terkait kerusuhan itu.

Juru bicara pemerintah Swedia menuturkan korban luka dan jumlah orang yang ditangkap aparat masih mungkin akan bertambah.

(Dede Eka Nurdiansyah)