Aktual.com – Kerajaan Maroko menggelar sidang komite eksekutif Konferensi Uni Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) ke-14 (PUIC) di Rabat, pada Senin 11 Maret 2019. 
Anggota-anggota Serikat Parlemen perwakilan dari Indonesia turut hadir dan ambil bagian dalam sidang tersebut. Salah satu delegasi Parlemen yang hadir adalah Achmad Farial. 
Pada pertemuan kali ini Achmad Farial menyuarakan agar isu palestina tidak hanya dibahas dari forum konferensi satu ke konferensi lainnya, dan hanya duduk mengeluarkan resolusi semata. 
Akan tetapi menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (12/3), anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V ini menyarankan agar ada langkah konkrit dan aksi nyata dari negara-negara peserta konferensi. Dengan segenap jiwa raga mendukung kemerdekaan Palestina. 
Dalam Bidang Ekonomi ia menekankan agar indonesia mempercepat penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dan notifikasi kepada pihak Palestina untuk penerapan penghapusan tarif impor untuk produk kurma dan minyak zaitun asal negara Palestina. 
Karena MoU Penghapusan Tarif Barang yang berasal dari Palestina ke Indonesia telah lama ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia  dengan Menteri Ekonomi Nasional Palestina pada Konferensi WTO ke-11 pada 17 Desember 2017 di Buenos Aires, Argentina. 
Indonesia melalui delegasinya berperan aktif dalam partisipasi untuk menyuarakan dukungan terhadap situasi Palestina. Terlebih salah satu prioritas nasional negara adalah dukungan terhadap kemerdekaan dan kemandirian bagi Negara Palestina. 
Sebelumnya, peran aktif serta partisipasi indonesia dalam berbagai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai dukungan Palestina adalah : 
1. Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT-LB) di istanbul-Turki, 13 Desember 2017, yang membahas situasi Palestina khususnya terkait pengakuan presiden AS terhadap kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Saat itu delegasi dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia. 
2. KTT-LB OKI di Istambul, Turki, 18 Mei 2018 yang membahas situasi di Palestina khususnya terkait kekerasan di jalur Gaza yang dipimpin oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. 
()