Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi menilai bahwa Presiden Jokowi tidak akan terpengaruh dengan ancaman Edward Joseph Snowden yang akan membuka hasil sadapan Australia dan Selandia Baru terkait dugaan kecurangan Jokowi dalam pilpres 2014 kemarin.
Menurut dia, Jokowi bukanlah tipikal orang yang mudah tersandar dengan persoalan masa lalu.
“Saya mengenal pak Jokowi paling tidak 2-3 tahun terakhir, dia tidak akan mau terpenjara dengan semua itu, bicara soal kecurangan, ya dibuka saja sekalian tidak masalah,” kata Muradi saat dihubungi, di Jakarta, Senin (9/3).
“Saya pikir pak Jokowi malah berharap dibuka bila memang terbukti sebagai kecurangan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, hubungan Indonesia dengan Australia belakangan ini sedang meruncing sehubungan dengan rencana pemerintahan Joko Widodo mengeksekusi mati dua warga Australia, ‘Bali Nine’ Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.
Kata Muradi, ancaman itu tidak akan mempengaruhi keputusaan Jokowi selaku kepala negara dalam melakukan eksekusi mati terhadap dua terpidana itu.
“Saya sih curiganya tidak akan percaya pak Jokowi melakukan itu (mundur). Jadi akan tetap dilakukan dengan asumsi bahwa memang mungkin tidak dalam waktu dekat, karena kemarin minggu lalu, namun dugaan saya akan dilakukan minggu ini, karena dalam tahapan hukuman mati ada, misalnya 1 minggu sebelum hukuman mati dia menyesuaikan dengan lingkungan yang ada disitu,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















