Jakarta, Aktual.com – Legenda tinju dunia Mike Tyson dianggap sebagai salah satu manusia terkuat pada masanya oleh banyak orang. Tetapi, Mike Tyson tidak menilai dirinya sehebat itu.

Petinju berjuluk The Baddest Man on The Planet itu menyatakan dirinya membutuhkan Allah SWT. Hal itu secara tidak langsung mengisyaratkan, bahwa Mike Tyson lemah tanpa Allah.

Mike Tyson pun bersyukur menjadi seorang muslim sejak lama. Banyak media mengabarkan Mike Tyson memeluk Islam ketika masuk penjara karena kasus pemerkosaan pada 1992-1995.

Namun, kabar itu tidak sepenuhnya benar. Ternyata, Mike Tyson telah menjadi muslim jauh sebelum dirinya dihukum karena perilaku tidak bermoral tersebut.

Meski memeluk Islam sejak lama, Mike Tyson tidak serta merta menjadi pribadi yang lebih baik. Pria berumur 54 tahun itu beberapa kali terjebak dalam kebiasaan buruk, seperti kecanduan narkoba dan minuman beralkohol.

Mike Tyson berusaha keluar dari kebiasaan buruk itu. Oleh sebab itu, Mike Tyson bersandar pada Allah. Mike Tyson yakin dirinya bisa menjadi lebih baik dengan beribadah pada Allah.

“Saya butuh Allah. (Saya) bersyukur bisa menjadi seorang muslim,” kata Mike Tyson, dikutip dari Fox News, Jumat (22/1).

“Allah ada di samping saya. Insya Allah, saya bisa menjadi orang yang lebih baik dengan rajin beribadah,” pungkasnya.

Mike Tyson kini tengah mencari lawan untuk pertarungan selanjutnya. Setelah pertarungan ekshibisi melawan Roy Jones Jr pada November 2020 berakhir imbang, Mike Tyson ingin kembali naik ke atas ring tinju. Umur bukan alasan bagi Mike Tyson untuk tidak kembali bertinju.

“Saya katakan saya akan lebih baik pada pertarungan berikutnya. Saya bisa melakukan segalanya dengan lebih baik. Semua yang saya lakukan, saya bisa melakukannya dengan lebih baik. Insya Allah saya akan lebih baik di pertarungan berikutnya,” ujar Mike Tyson, sebagaimana dikutip dari MMA News.

(Warto'i)