Petugas menata uang rupiah di Cash Center Bank BNI 46, Jakarta Selatan. Nilai tukar rupiah melemah 22 poin atau 0,16% ke Rp13.390 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (4/7/2017). Nilai tukar rupiah melemah 22 poin atau 0,16% ke Rp13.390 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini, Rabu (6/9) dipastikan tak terlalu positif. Pasalnya, kendati rupiah menguat tapi belum cukup. Penguatan yang terjadi hanya karena penurunan mata uang asing.

Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp13.335. Angka itu berarti menguat tipis dari posisi sebelumnya yang diturup di angka Rp13.335. Menurut analis pasar uang dari Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, berkurangnya dominasi EUR dan Swissfranc membuat permintaan akan sejumlah mata uang non safe haven mengalami peningkatan, termasuk dialami rupiah.

“Karena pelaku pasar kembali menahan diri sambil mencermati perkembangan dari imbas uji coba rudal balistik Korea Utara terhadap kondisi pasar keuangan, terutama terhadap sejumlah mata uang,” jelas dia di Jakarta, Rabu (6/9).

Di sisi lain, pelaku pasar juga khawatir terhadap penguatan EUR seiring langkah Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan meluncurkan program stimulus moneternya. Tapi kata Reza, rupiah juga mulai terbantu dengan adanya berita penyelenggaraan International Conference dan Call for Paper (ICCAP) 2017 yang dinilai mampu memperkuat jaringan antara pemerintah, akademisi dan pelaku bisnis khususnya di sektor perdagangan.

“Seperti yang disampaikan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Itu diharapkan semakin diterimanya barang-barang yang dihasilkan di Indonesia oleh global pada akhirnya dapat memperkuat nilai tukar Rupiah,” jelasnya.

(Wisnu)