Seorang warga lanjut usia yang sakit dibawa menggunakan perahu untuk mengungsi dari banjir di Jalan Raya Baleendah, Kabupaten Bandung. Jawa Barat, Minggu (13/3). Kawasan Bandung Selatan kembali dilanda banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Intensitas curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan 5.900 kepala keluarga terdiri 24.000 jiwa terdampak banjir serta lebih dari 3000 jiwa mengungsi. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/pd/16

Bandung, Aktual.com – Hujan yang turun pada Rabu (9/11) sore di Kota Bandung, telah menyebabkan banjir di sejumlah titik seperti Jalan Pagarsih dan Jalan Pasteur.

“Catatan kami yang cukup parah itu di Jalan Pagarsih, di wilayah tersebut di sejumlah titik ketinggian air bisa satu meter lebih. Sedangkan untuk depan BTC sudah surut,” kata Admin Media Sosial DBMP Kota Bandung Eka Yudistira, ketika dihubungi.

Berikut ialah daerah di Kota Bandung yang dilanda banjir pada Rabu: 1. Kawasan Jalan Pagarsih (ketinggian air satu meter lebih) 2. Kawasan Jalan Pasteur (depan BTC ketinggian air 20 cm) 3. Kawasan Jalan Sudirman (depan Pasar Andir ketinggian air sekitar 20 cm) 4. Kawasan Bunderan Holis (ketinggian air mencapai 15-20 cm).

“Untuk kawasan Gedebage, hari ini tidak banjir,” kata Eka. Sementara, jalan raya Cibaduyut yang merupakan jalan utama di sentra produksi dan penjualan sepatu kulit di Kota Bandung tergenang banjir.

“Jalan tergenang dengan ketinggian sekitar 20-30 centimeter, setinggi trotoar. Akibatnya banyak kendaraan roda dua yang mati,” kata Nandi, salah seorang warga Cibaduyut Kota Bandung.

Banjir di jalan raya yang menjadi akses utama kawasan legendaris sepatu kulit itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kota Bandung sejak pukul 16.00 WIB yang mengakibatkan sejumlah saluran air di kawasan itu meluber.

Genangan banjir sepanjang sekitar 500 meter itu mengakibatkan arus lalu lintas di kawasan itu macet total. Akibatnya kendaraan roda dua, terutapa kendaraan matik mogok karena knalpotnya terisi air.

Para pengendara tidak bisa menyelamatkan mesin kendaraanya dari air, karena mereka tidak bisa bergerak akibat kemacetan. Motor mogok juga menambah kemacetan di jalur dari depan pusat pertokoan hingga ke jembatan layang Tol Purbaleunyi.

Sementara itu para penumpang kendaraan umum memilih berjalan kaki menembus banjir karena angkutan kota yang mereka tumpangi tidak bisa bergerak.

Selain itu di wilayah Margaasih Kabupaten Bandung juga banjir menggenang sejumlah kawasan di sana. Sejumlah jalan raya di kawasan itu terputus akibat genangan banjir yang juga menggenang sejumlah rumah di sana dengan ketinggian yang signifikan.

(Wisnu)