Kabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/Pool/Galih Pradipta/foc.

Aktual.com, Jakarta – Janji – janji Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dalam memodernisasi kepolisian untuk mengoptimalkan dan memperbaiki kinerja kepolisian dalam 100 hari kerja pertama menjabat mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satu apresiasi itu datang dari Organisasi Kepemudaan (OKP) Islam yaitu Front Pemuda Islam Indonesia (FPII).

“Komitmen Kapolri untuk mewujudkan janji-janji program 100 hari kerja dalam memodernisasi kepolisian untuk meningkatkan pelayanan masyarakat sebagaimana disampaikan saat fit and proper test di komisi 3 DPR RI patut di beri apresiasi. Dalam 100 hari kerja pertama ini sudah mulai kelihatan upaya serius untuk mewujudkan program-program unggulan tersebut.

“Bagi kami OKP, jika terbukti sesuai apa yang di rencanakan Kapolri, kita budayakan untuk memberi apresiasi dan dukungan sekaligus juga akan kita kritik jika tak sesuai dengan kenyataan yang ada. Saat ini komitemen mewujudkan janji-janji itu kami lihat serius di lakukan dengan peluncuran berbagai program saat ini,” ujar M. Adnan RS Koordinator Pusat Front Pemuda Islam Indonesia (FPII) dalam perbincangan dengan redaksi, Minggu (9/5/2021).

Menurut Adnan, berbagai program unggulan yang telah di capai dalam 100 hari kerja pertama Kapolri antara lain yang patut di beri apresiasi antara lain. Pertama, peluncuran aplikasi pengaduan masyarakat (Dumas) Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

“Dumas Presisi” diciptakan untuk mewujudkan transparansi dan sarana public complaint secara online sehingga mempermudah pengawasan, cepat dan terukur.

Kedua, aplikasi “Propam Presisi” yang melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota polisi. Dengan aplikasi ini masyarakat bisa secara langsung ikut mengawasi perilaku petugas di lapangan . Ketiga, peluncuran aplikasi SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) dan e-PPNS (Penyidik Pengawal Negeri Sipil) berbasis online untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait sejauh mana perkembangan perkara sebagai bentuk transparansi penyidikan.

Keempat, peluncuran  aplikasi SIM Nasional Presisi (Sinar). Peluncuran aplikasi untuk ponsel pintar tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan masyarakat, mengenai pembuatan hingga perpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM). Perpanjangan SIM tidak perlu lagi ke kantor Satpas cukup lewat handphone.

Kelima, peluncuran sistem Rekruitmen Proaktif (Rekpro) melalui aplikasi e-Rekpro untuk perekrutan anggota Polri, khususnya jalur Bintara. Aplikasi ini dibuat untuk mendukung transformasi organisasi dengan program peningkatan kinerja menjadikan SDM Polri yang unggul di era police 4.0, ungkap Adnan.

“Peluncuran berbagai aplikasi berbasis teknologi informasi (IT)  ini sangat milenials mengingat jumlah generasi Z dan generasi milenial sebesar 53, 81 persen menurut data BPS 2021 yang sangat melek IT sehingga sangat mempermudah pelayanan dengan hanya dengan rebahan dari rumah khas milenial. Program -program ini cukup revolusioner yang patut di tiru lembaga pelayanan publik lainnya”, sebut Adnan.

Dia menegaskan, dengan berbagai aplikasi berbasis online ini peluang untuk adanya kecurangan, mafia kasus dll bisa di minimalisir seminim mungkin. “Maju terus dengan berbagai inovasi, komitmen pak Kapolri untuk mengakhiri hukum yang tumpul ke atas dan tajam kebawah harus kita dukung penuh”, pungkas Adnan.

(Ridwansyah Rakhman)