Surabaya, Aktual.com – Sekitar lima ribu warga yang mengantri pembagian uang 50 ribu rupiah harus menanggung kecewa. Pasalnya, setelah lama menunggu hampir 7 jam, pembagian uang di sepanjang kampung Kalimas Madya Gang 2 Surabaya dihentikan karena ricuh.

Seperti tahun tahun sebelumnya, bos travel Kaha yang bernama Muhammad Al Jufri diketahui membagikan uang antara 50 ribu hingga 100 ribu rupiah pada setiap warga sekitar.

Pembagian sedekah sebenarnya dijadwalkan pada malam hari setelah menunaikan ibadah shalat tarawih. Namun, sejak siang hari ribuan warga sudah berdatangan. Mereka bahkan rela duduk berdesakan di sepanjang jalan kediaman Al Jufri.

Ketika pembagian tiba, panitia mulai membagikan sedekah di antrian barisan paling depan. Disinilah kericuhan bermula, karena warga di bagian belakang merangsek ke depan. Petugas yang jumlahnya hanya sekitar 20 orang tak mampu menahannya dan hingga banyak warga yang terjepit serta belasan lainnya pingsan.

“Sebenarnya, sebelum dibagikan, warga sudah ada yang pingsan. Mereka kelelahan menunggu sejak siang.” kata Kapolsek Semampir Surabaya, Kompol Nur Suhud.

Saat dibagikan, massa semakin tak terkendali. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, petugas terpaksa menghentikan proses pembagian sedekah.

“Ya, sia-sia. Padahal seharian nunggu dan sakit semua badan akibat berdesakan. Saya juga nggak narik becak demi uang ini, Mas. Ya, gimana lagi. Yang penting saya selamat meski sempat kesulitan nafas tadi.” kata Imron, salah satu pengantri pembagian uang.

(Ahmad H Budiawan)

Artikel ini ditulis oleh: