Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (11/11) sore ditutup melemah dipicu sentimen eksternal yang dinilai kurang menguntungkan.

Rupiah ditutup melemah 53 poin atau 0,38 persen menjadi Rp14.067 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.014 per dolar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin, mengatakan intervensi di pasar valas dan obligasi oleh Bank Indonesia dalam perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) Senin ini dan data ekonomi dalam negeri yang positif, tidak serta merta membuat mata uang rupiah kembali menguat.

“Pasar kembali fokus terhadap data eksternal yang kurang menguntungkan sehingga wajar kalau rupiah Senin ini melemah cukup tajam,” ujar Ibrahim.

Selama akhir pekan, Presiden AS Donald Trump membantah laporan bahwa Beijing dan Washington sepakat untuk mengembalikan beberapa tarif barang satu sama lain.

Hal tersebut memicu keraguan baru tentang kapan dua ekonomi terbesar dunia itu dapat mengakhiri perang dagang 16 bulan terakhir yang telah memperlambat pertumbuhan global.

Namun, Trump mengatakan negosiasi berjalan dengan sangat baik dan bahwa banyak hal positif sedang terjadi.

Rupiah pada Senin pagi dibuka melemah ke Rp14.030 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.030 per dolar AS hingga Rp14.072 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.040 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.020 per dolar AS.

(Arbie Marwan)