Motor milik pembalap Repsol Honda Team Marc Marquez diangkut marshal usai terjatuh saat kualifikasi MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (19/3/2022). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Jakarta, Aktual.com – Pengamat MotoGP Carlo Pernat menilai hal yang ekstrim seperti pensiun dini bisa terjadi kepada pembalap MotoGP Marc Marquez.

Hal ini diketahui setelah masalah diplopia (penglihatan ganda) pembalap Repsol Honda tersebut kembali kumat akibat kecelakaan parah yang terjadi padanya saat gelaran MotoGP Mandalika.

“Ini bukan soal melanjutkan hidup dengan luka yang mencolok, ada faktor penglihatan dan kehidupan di luar balap motor yang ikut terlibat,” ujarnya seperti dikutip dari Motosan.

Menurutnya, sampai saat ini belum jelas kapan Marquez bisa kembali balapan. Untuk diketahui bahwa Marc Marquez pernah mengalami hal serupa pada tahun 2011.

“Jika ada orang yang bisa menahan pergulatan batin seperti itu, maka dia adalah Marc Marquez, tetapi yang jelas selain penyembuhan dia juga akan melakukan refleksi mengenai apa yang akan dia lakukan,” papar Pernat.

Pernat melanjutkan bahwa satu-satunya yang memiliki kekuatan dan semangat mengatasi rintangan seperti ini adalah Marc Marquez.

“Tanpa dia di trek akan menjadi pukulan besar bagi semua orang. Namun perlu dipahami berapa lama waktu yang dibutuhkan dan jika waktunya cukup untuk penyembuhan total atau lebih baik, berapa harga yang harus dibayar untuk memaksa sebuah pengembalian,” beber Pernat.

Sampai saat ini, belum diketahui kehadiran Marquez di Motogp Argentina yang merupakan seri ketiga pada musim ini.

(Dede Eka Nurdiansyah)