Jakarta, Aktual.com – Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ali Murthado memberikan jaminan seluruh layanan jemputan penumpang kereta rel listrik (KRL) yang terlantar di sejumlah stasiun dengan menggunakan angkutan bus sekolah tidak dipungut biaya atau gratis.

“Semuanya kita berlakukan gratis. Tidak ada bayaran sepeser pun,” ujar Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ali Murthado di Jakarta, Sabtu (13/6).

Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengerahkan 50 armada bus sekolah untuk membantu mengurai lonjakan penumpang KRL.

Seperti diketahui, di masa PSBB transisi dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 ini, pembatasan jumlah penumpang di angkutan umum termasuk KRL, masih diberlakukan.

Armada-armada bus sekolah tersebut ditempatkan di lima stasiun, yakni Tanah Abang, Manggarai, Juanda, Sudirman, dan Tebet.

“Masing-masing stasiun disiagakan 10 armada bus sekolah,” katanya.

Ali memastikan tidak ada penerapan tarif bagi penumpang sebab operasional bus sekolah telah sesuai arahan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“Kita juga sudah memperoleh izin Kadishub DKI serta menindaklanjuti hasil rapat koordinasi pada Kamis (11/6) bahwa diperlukan 50 bus bantuan dalam hal ini bus sekolah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang KRL,” katanya.

Lonjakan penumpang yang dimaksud adalah dari wilayah Jakarta setiap Jumat sore atau waktu pulang kantor dan dari daerah sekitar Jakarta pada Senin pagi atau waktu pergi kantor.

Adapun destinasi tujuan dari setiap stasiun adalah terminal di Cikarang, Bekasi, Bogor, Depok, Pasar Modern BSD, dan Bintaro Exchange.

Dalam pengoperasiannya, bus sekolah Jakarta tetap memberlakukan protokol kesehatan bagi seluruh kru yang bertugas.

“Seperti wajib masker, pakaian lengan panjang, dan ketersediaan hand sanitizer. Jumlah penumpang pun dibatasi sesuai aturan. Seluruh penumpang wajib masker serta dilarang meludah,” katanya.

 

Antara

(As'ad Syamsul Abidin)